KEDIRI, (KUBUS.ID) – Pemerintah Kabupaten Kediri terus bergerak proaktif dalam menghadapi tantangan perubahan cuaca. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemkab Kediri telah memetakan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi potensi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) sejak dini.
Upaya ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Bupati Kediri dalam menjamin ketersediaan air bersih bagi warga serta menjaga produktivitas lahan pertanian di wilayah Kabupaten Kediri.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Joko Sukrisno, menjelaskan bahwa langkah antisipasi dimulai dari pengelolaan sumber daya air yang bijak. BPBD mendorong masyarakat untuk memanfaatkan masa transisi cuaca atau pancaroba sebagai momentum “menabung air”.
Langkah strategis yang dijalankan oleh Pemkab Kediri yakni, Pemanfaatan Air Hujan, Penampungan Air, melakukan Edukasi Hemat Air, Kesiapan Logistik, Pemetaan Wilayah, Sinergi Sektor Pertanian, Infrastruktur Pertanian, Manajemen Tanam, Pencegahan Karhutla, Payung Regulasi yaitu dengan Menerbitkan Surat Edaran (SE) mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana kekeringan sebagai panduan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Selain fokus pada ketersediaan air, BPBD Kabupaten Kediri juga memberikan perhatian serius pada potensi kebakaran pemukiman maupun lahan. Stefanus Joko Sukrisno menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Kami selalu menghimbau masyarakat agar tidak membakar sampah secara sembarangan. Selain itu, kami meminta warga untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di tempat-tempat yang memiliki vegetasi kering yang berpotensi memicu kebakaran,” ujar Stefanus.
Dengan langkah mitigasi yang terukur dan kerja sama lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Kediri optimis dapat meminimalisir dampak kekeringan serta menjaga keamanan dan kenyamanan warga selama musim kemarau berlangsung.(atc)
































