Beranda Kediri Raya Pemkab Kediri Matangkan Skema Sekolah 5 Hari, Bupati Mas Dhito Tekankan Kesiapan...

Pemkab Kediri Matangkan Skema Sekolah 5 Hari, Bupati Mas Dhito Tekankan Kesiapan Menyeluruh

2130

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Pemerintah Kabupaten Kediri terus mematangkan rencana penerapan kebijakan lima hari sekolah bagi siswa mulai jenjang PAUD, TK, SD hingga SMP. Kebijakan ini tengah dalam tahap kajian menyeluruh guna memastikan kesiapan seluruh aspek sebelum diberlakukan.

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan langkah strategis yang perlu disiapkan secara matang. Pasalnya, selama ini Kabupaten Kediri masih menerapkan sistem enam hari sekolah, sehingga diperlukan penyesuaian dalam berbagai hal.

“Di beberapa daerah kebijakan lima hari sekolah sudah diterapkan. Kabupaten Kediri juga akan menuju ke arah itu, namun kami ingin memastikan seluruh kendala yang ada bisa diselesaikan terlebih dahulu,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Dhito.

Ia menambahkan, perubahan sistem ini tidak sekadar mengurangi hari belajar, melainkan juga menyangkut penyesuaian kurikulum, waktu belajar, hingga kesiapan tenaga pendidik dan orang tua.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Muhammad Muhsin, menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah melakukan perencanaan secara komprehensif. Mulai dari identifikasi kebutuhan hingga penyusunan skema implementasi terus dikebut.

“Prosesnya masih dalam tahap perencanaan dan pemetaan kebutuhan. Jika seluruh persiapan sudah matang, akan kami laporkan kepada Bupati Kediri untuk mendapatkan arahan lebih lanjut,” jelasnya.

Lebih lanjut, Muhsin mengungkapkan bahwa pemerintah daerah juga akan melibatkan berbagai pihak dalam proses pembahasan melalui Forum Group Discussion (FGD). Keterlibatan pemangku kepentingan dinilai penting agar kebijakan yang diambil benar-benar mengakomodasi berbagai kepentingan.

FGD tersebut rencananya akan melibatkan DPRD, tokoh agama, organisasi profesi guru, komite sekolah, paguyuban orang tua murid, Dewan Pendidikan, pengelola TPQ dan Madin, ormas, media, hingga perwakilan kepala sekolah.

“Melalui FGD ini, kami ingin memastikan bahwa kebijakan lima hari sekolah dapat diterima dan dipahami oleh semua pihak sebelum dilakukan sosialisasi secara luas,” tambahnya.

Pemkab Kediri menargetkan, jika seluruh tahapan berjalan lancar, uji coba penerapan sekolah lima hari dapat dimulai pada tahun ajaran baru tahun ini.

Dengan komitmen kuat dari Bupati Kediri dan dukungan berbagai pihak, kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memberikan keseimbangan antara kegiatan belajar dan waktu bersama keluarga bagi para siswa.(atc)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini