Beranda Religi Buya Yahya Ingatkan Pejabat dan Orang Kaya: Jangan Sombong, Allah Bisa Cabut...

Buya Yahya Ingatkan Pejabat dan Orang Kaya: Jangan Sombong, Allah Bisa Cabut Kapan Saja

309
Buya Yahya pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah Al Bahjah (Tangkapan layar Al-Bahjah TV)

KUBUS.ID – Ulama kharismatik Buya Yahya menyampaikan nasihat tajam kepada para pejabat dan orang kaya agar tidak terlena oleh jabatan dan harta yang mereka miliki. Menurutnya, semua bentuk kekuasaan dan kekayaan sejatinya berasal dari Allah dan bisa dicabut kapan saja tanpa peringatan.

“Hei pejabat, jangan kau sombong dengan jabatanmu. Hilangkan kesombonganmu dengan kesadaran bahwa yang memberikan kamu jabatan adalah Allah, dan Allah bisa mencabutmu saat ini juga,” tegas Buya Yahya dalam ceramah yang disampaikan lewat kanal YouTube Al-Bahjah TV, dikutip pada Jumat (29/8).

Buya Yahya juga menegaskan bahwa nasib seseorang bisa berubah dalam sekejap, baik kehilangan jabatan, nyawa, maupun kemampuan menikmati kekayaannya.

“Atau esok hari apakah engkau dilengserkan atau tiba-tiba nyawamu dicabut oleh Allah, mau apa?” sambungnya.

Nasihat ini tak hanya ditujukan kepada pejabat, tetapi juga kepada para hartawan. Ia mengingatkan bahwa kekayaan pun bisa menjadi ujian, dan kesombongan atas harta hanya akan menjerumuskan pemiliknya.

“Yang punya kekayaan pun juga demikian, syukuri, bukan menjadi sombong. Kalau Allah ingin mencabut kekayaan dari dirimu gampang — bukan harus dihanguskan itu kekayaan, dan bukan harus seseorang itu mati,” jelasnya.

Menurut Buya, Allah bisa saja membatasi nikmat dunia tanpa harus mengambil harta atau nyawa seseorang. Ia mencontohkan, seseorang bisa saja tetap memiliki rumah megah, kulkas besar, dan fasilitas lengkap, namun justru dilarang menggunakannya karena kondisi kesehatan.

“Kadang cukup oleh Allah dilarang untuk menggunakannya. Hayo mau apa? Rumahnya gede, kamarnya ber-AC, kulkasnya gede-gede. Kata dokter, ‘Untuk sekarang Pak Haji jangan tidur di ruangan ber-AC dan jangan minum air dingin.’ Begitulah kalau Allah ingin menghalangi hamba-Nya dari kenikmatan, begitu mudahnya. Maka syukurilah,” lanjut Buya Yahya.

Lebih jauh, ia mengingatkan agar setiap manusia senantiasa sadar bahwa Allah Maha Kuasa dan Maha Tahu, sehingga tak ada tempat untuk berbuat zalim atau bermuka dua.

“Kemudian, memahami dengan akal kita bahwa Allah Maha Kuasa untuk menghukum hamba-Nya, maka jangan zalim pada siapapun. Allah Maha Tahu, maka jangan munafik, jangan melakukan kejahatan secara sembunyi-sembunyi, jangan bohong,” kata Buya.

Menutup pesannya, Buya Yahya menyinggung bahwa banyak manusia hanya memahami ilmu sebatas logika, tanpa benar-benar menyentuh hati.

“Cuma ketahuilah, ilmu di otak kita belum cukup. Seperti dikatakan oleh Imam Ali bin Abi Thalib, banyak orang ilmunya hanya di otak saja, hanya di tenggorokan, tidak sampai ke hati,” pungkasnya.(adr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini