KUBUS.ID – Banyak orang mengira berbicara tegas itu identik dengan nada tinggi atau sikap keras. Padahal, ketegasan bukan soal volume suara, melainkan soal kejelasan sikap dan pesan.
Di dunia kerja, hubungan pertemanan, maupun keluarga, kemampuan berbicara tegas sangat penting agar tidak mudah diremehkan atau dimanfaatkan. Namun tetap perlu dilakukan dengan cara yang elegan agar tidak melukai perasaan orang lain.
Lalu, bagaimana cara berbicara tegas tanpa terkesan kasar?
Mengapa Ketegasan Itu Penting?
Berbicara tegas membantu Anda:
- Menyampaikan pendapat dengan jelas
- Menetapkan batasan pribadi
- Menghindari kesalahpahaman
- Meningkatkan rasa percaya diri
- Mendapatkan respek dari orang lain
Ketegasan adalah bagian dari komunikasi asertif, bukan agresif.
Bedanya Tegas, Kasar, dan Pasif
- Tegas (Asertif): Jelas, tenang, menghargai diri sendiri dan orang lain.
- Kasar (Agresif): Menyerang, menyalahkan, merendahkan.
- Pasif: Diam, menahan pendapat, sulit mengatakan tidak.
Tujuan kita adalah berada di tengah: tegas tanpa menyakiti.
Cara Berbicara Tegas dengan Elegan
1. Gunakan Nada Tenang dan Stabil
Nada suara lebih menentukan daripada kata-kata.
Berbicara dengan suara stabil dan tidak terburu-buru membuat pesan terdengar lebih dewasa dan profesional.
2. Gunakan Kalimat “Saya”, Bukan “Kamu”
Hindari kalimat menyalahkan seperti:
- “Kamu selalu terlambat!”
- “Kamu tidak pernah serius!”
Ganti dengan:
- “Saya merasa terganggu jika rapat dimulai terlambat.”
- “Saya berharap kita bisa lebih disiplin waktu.”
Ini membuat pesan lebih objektif dan tidak menyerang.
3. Fokus pada Masalah, Bukan Pribadi
Sampaikan perilaku atau situasi, bukan karakter orangnya.
Contoh:
“Kamu memang tidak bertanggung jawab.”
Ganti dengan:
“Tugas ini belum selesai sesuai deadline yang disepakati.”
Perbedaan kecil ini sangat berpengaruh.
4. Jaga Bahasa Tubuh
Ketegasan juga terlihat dari:
- Kontak mata yang cukup
- Postur tubuh tegak
- Ekspresi wajah netral
- Tidak menunjuk atau menunjukan gestur agresif
Bahasa tubuh yang tepat membuat Anda terlihat percaya diri tanpa intimidatif.
5. Hindari Nada Sarkastik
Sindiran sering terdengar lebih menyakitkan daripada kritik langsung.
Lebih baik menyampaikan secara lugas dan jelas daripada menggunakan humor yang menyindir.
6. Latih Kemampuan Mengatakan “Tidak”
Banyak orang takut dianggap tidak enak jika menolak.
Contoh cara menolak dengan tegas:
- “Maaf, saya tidak bisa mengambil tambahan tugas saat ini karena sedang fokus pada proyek A.”
- “Saya belum bisa menyetujui hal itu sekarang, mungkin kita bisa diskusikan kembali nanti.”
Menolak dengan alasan yang jelas tetap menunjukkan profesionalisme.
7. Jangan Terlalu Banyak Minta Maaf
Mengawali setiap kalimat dengan “Maaf ya…” bisa membuat Anda terdengar kurang percaya diri.
Gunakan permintaan maaf hanya jika memang diperlukan.
Ketegasan Meningkatkan Rasa Hormat
Orang yang tegas cenderung lebih dihargai karena:
- Memiliki batas yang jelas
- Tidak mudah dipengaruhi
- Konsisten dalam sikap
- Komunikasinya jelas
Sementara sikap pasif sering membuat orang lain tidak menyadari batas Anda.
Penutup
Berbicara tegas tanpa terkesan kasar adalah tentang keseimbangan antara kejelasan dan empati. Anda berhak menyampaikan pendapat, menetapkan batas, dan mempertahankan prinsip tanpa harus meninggikan suara atau merendahkan orang lain.
Ingat, ketegasan bukan tentang menjadi keras. Ketegasan adalah tentang menghargai diri sendiri sekaligus tetap menghormati orang lain.






























