KUBUS.ID – Networking sering dianggap sebagai seni membangun relasi demi peluang karier atau bisnis. Namun, tidak sedikit orang merasa canggung karena takut dianggap “hanya datang saat butuh”. Padahal, networking yang sehat bukan soal memanfaatkan orang lain, melainkan membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan.
Kuncinya ada pada niat, konsistensi, dan cara berinteraksi.
Ubah Mindset: Dari “Butuh” Menjadi “Terhubung”
Jika tujuan Anda hanya mencari keuntungan sesaat, orang lain akan merasakannya. Networking yang kuat dibangun dari keinginan untuk:
- Saling belajar
- Saling mendukung
- Bertukar wawasan
- Membuka peluang bersama
Fokuslah pada membangun koneksi, bukan sekadar mencari koneksi.
1. Bangun Hubungan Sebelum Membutuhkan
Jangan menghubungi seseorang hanya saat Anda butuh bantuan. Mulailah dengan:
- Menyapa secara berkala
- Memberi ucapan selamat atas pencapaian mereka
- Berbagi informasi yang relevan dengan bidang mereka
Hubungan yang dirawat akan terasa tulus, bukan transaksional.
2. Tawarkan Nilai, Bukan Hanya Permintaan
Networking yang sehat bersifat dua arah.
Sebelum meminta bantuan, tanyakan pada diri sendiri:
- Apa yang bisa saya tawarkan?
- Informasi atau peluang apa yang bisa saya bagikan?
- Apakah saya bisa menghubungkan mereka dengan orang lain?
Orang lebih terbuka membantu jika merasa hubungan tersebut setara.
3. Jadilah Pendengar yang Baik
Saat bertemu seseorang, jangan langsung membicarakan diri sendiri. Tanyakan:
- Apa yang sedang mereka kerjakan?
- Tantangan apa yang mereka hadapi?
- Target apa yang ingin mereka capai?
Mendengarkan dengan tulus menciptakan kedekatan yang lebih kuat.
4. Hindari Terlalu Cepat Meminta
Jika baru berkenalan, hindari langsung:
- Meminta rekomendasi kerja
- Meminta endorse atau promosi
- Meminta akses ke relasi penting
Bangun dulu kepercayaan dan kenyamanan.
5. Konsisten, Bukan Intens Sesaat
Networking bukan soal sering, tapi soal konsisten. Anda tidak perlu menghubungi setiap minggu. Cukup:
- Sesekali berbagi artikel menarik
- Menanyakan kabar dengan tulus
- Mengapresiasi karya atau pencapaian mereka
Hubungan yang terjaga lebih penting daripada interaksi yang berlebihan.
6. Gunakan Media Sosial Secara Profesional
Platform seperti LinkedIn, Instagram, atau bahkan WhatsApp bisa menjadi alat networking yang efektif. Namun:
- Jaga etika komunikasi
- Gunakan bahasa yang sopan
- Hindari pesan copy-paste yang terlalu umum
Personalisasi pesan menunjukkan Anda benar-benar menghargai hubungan tersebut.
7. Bangun Reputasi Diri Terlebih Dahulu
Networking akan lebih mudah jika Anda memiliki value yang jelas. Bangun personal branding, tunjukkan kompetensi, dan konsisten dalam karya. Orang akan lebih mudah mengingat dan percaya pada Anda.
Tanda Networking Anda Sehat
- Hubungan terasa nyaman dan natural
- Tidak ada rasa terpaksa
- Saling berbagi informasi
- Tetap terhubung meski tidak sedang ada kepentingan
Jika hubungan terasa hanya aktif saat ada kebutuhan, mungkin perlu dievaluasi.
Penutup
Networking bukan soal “siapa yang bisa saya manfaatkan”, tetapi “hubungan seperti apa yang bisa saya bangun”. Ketulusan, empati, dan konsistensi adalah fondasi utama.
Relasi yang dibangun dengan niat baik akan bertahan lama dan justru membuka lebih banyak peluang tanpa harus terlihat memanfaatkan siapa pun.






























