
KUBUS.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri melaporkan temuan 28 kasus suspek campak selama periode Januari hingga 13 April 2026 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dengan temuan 7 suspek. Meski hasil laboratorium belum keluar, Dinkes Kota Kediri telah mengambil langkah cepat sesuai tata laksana Kementerian Kesehatan guna menekan potensi penyebaran.
Hingga saat ini, sampel dari para terduga penderita telah dikirimkan ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLABKESMAS) Surabaya. Sembari menunggu hasil uji klinis, Dinkes Kota Kediri terus bergerak di lapangan melalui program Catch Up Campaign (CUC) atau kampanye imunisasi kejar.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kediri, Hendik Supriyanto, menyatakan tingginya temuan suspek ini justru menunjukkan bahwa sistem deteksi dini dan CUC yang dijalankan berjalan efektif di masyarakat.
Dalam pelaksanaan CUC, Dinkes Kota Kediri berkolaborasi penuh dengan seluruh puskesmas dan kader kesehatan di tiap kelurahan untuk menyisir warga yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Hendik menegaskan penanganan tetap dijalankan dengan standar ketat meski status konfirmasi laboratorium masih dalam proses.
“Kami tetap menjalankan penanganan sesuai dengan tata laksana Kementerian Kesehatan supaya suspek campak ini tidak bertambah, meskipun hasil sampel dari BBLABKESMAS Surabaya belum keluar,” ujar Hendik.
Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan proaktif dalam menjaga kesehatan lingkungan serta keluarga.
“Kami mengimbau agar masyarakat tetap aware dengan kondisi kesehatan masing-masing. Kami harap warga kooperatif untuk melakukan pemeriksaan dan mengikuti imunisasi rutin supaya tidak terjadi peningkatan kasus suspek campak di kemudian hari,” tegas Hendik.(sof/hil)






























