KUBUS.ID – Ramadan selalu dimulai dari dapur. Dari suara minyak yang mendesis. Dari aroma bumbu yang ditumis perlahan. Lalu ia berpindah ke ruang tamu, tempat keluarga berkumpul dan berbagi cerita.
1. Dapur sebagai Pusat Cinta
Di dapur, ada perhatian yang tidak selalu terlihat.
• Memasak dengan penuh niat
• Menyiapkan makanan favorit anggota keluarga
• Mencicipi dengan harapan rasanya pas
Semua dilakukan sebagai bentuk kasih sayang.
2. Ruang Tamu sebagai Ruang Kebersamaan
Setelah makanan tersaji, keluarga berkumpul. Percakapan mengalir. Tawa terdengar. Kadang ada diskusi ringan tentang rencana Lebaran. Di sinilah Ramadan benar-benar terasa hidup.
3. Ikatan yang Diperkuat Setiap Hari
Ramadan bukan hanya satu momen besar. Ia adalah rangkaian hari-hari kecil yang diisi dengan kebersamaan. Dari dapur ke ruang tamu, dari sahur hingga tarawih, semuanya mengikat hati lebih erat.































