Beranda Regional Kasus Kekerasan dan Pelecehan Seksual di Kabupaten Blitar Memprihatinkan

Kasus Kekerasan dan Pelecehan Seksual di Kabupaten Blitar Memprihatinkan

6
Ilustrasi pesan stop perundungan terhadap anak (sumber foto:Gemini)
BLITAR, KUBUS.ID – Tren kekerasan terhadap anak di Kabupaten Blitar menunjukkan angka yang cukup memprihatinkan di awal tahun 2026. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) mencatat sebanyak 8 anak telah menjadi korban kekerasan hanya dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Blitar, Hendry Bagus Dwitanto, mengungkapkan bahwa dari total delapan kasus yang dilaporkan sejak Januari hingga Maret 2026, mayoritas merupakan kasus perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan.

“Dalam tiga bulan dari Januari hingga Maret kemarin sudah ada 8 kasus kekerasan pada anak. Dari jumlah ini, 7 kasus merupakan kekerasan akibat bullying di sekolah,” ujar Bagus saat dikonfirmasi.

Bagus menjelaskan bahwa rata-rata kasus perundungan tersebut terjadi di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mirisnya, konflik sering kali dipicu oleh hal-hal sepele yang dianggap lumrah oleh para siswa.

“Rata-rata kasus bullying terjadi di lingkungan SMP yang berawal dari olok-olok biasa tapi berujung panjang,” tambahnya.

Selain kasus perundungan, DP3AP2KB juga menangani satu kasus pelecehan seksual yang dialami oleh anak di bawah umur. Pihak dinas memastikan bahwa seluruh laporan yang masuk telah mendapatkan penanganan serius dan pendampingan.

Guna menekan angka kekerasan yang terus muncul, DP3AP2KB Kabupaten Blitar tengah menggencarkan langkah preventif. Salah satunya adalah memperkuat koordinasi dengan pihak sekolah di seluruh wilayah Kabupaten Blitar untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman.

Namun, Bagus menekankan bahwa peran sekolah saja tidak cukup. Lingkungan keluarga tetap menjadi benteng utama dalam perlindungan anak.

“Para orang tua diharapkan bisa mengawasi serta menjadi sahabat untuk anaknya, agar anak merasa nyaman bercerita dan kasus-kasus kekerasan pada anak bisa kita cegah bersama,” imbau Bagus.

Sebagai catatan, tren kekerasan anak di Kabupaten Blitar memang menjadi perhatian serius pemerintah setempat. Pada tahun 2025 lalu, tercatat total ada 63 anak yang menjadi korban berbagai jenis kekerasan. Dengan adanya 8 kasus di triwulan pertama tahun ini, kewaspadaan kolektif antara pemerintah, sekolah, dan orang tua menjadi kunci utama agar angka tersebut tidak terus membengkak hingga akhir tahun. (eko)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini