TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) – Meningkatnya kasus suspek campak di awal tahun ini mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung mempercepat pelaksanaan catch-up campaign atau imunisasi kejar. Targetnya, seluruh balita di Tulungagung mendapat dosis lengkap vaksin di akhir April ini untuk memperkuat kekebalan kelompok (herd immunity).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Tulungagung, dr Aris Setiawan menyatakan bahwa program vasinasi kejar dan vaksinasi massal jadi salah satu fokus di awal tahun ini.
“Untuk balita-balita kita yang belum mendapatkan Imunisasi campak dua dosis, itu bisa diarahkan untuk ke Puskesmas untuk bisa dilakukan pendataan dan dilaksanakan pemberian vaksin,” terangnya.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh rangkaian pemberian vaksinasi tambahan ini dapat diselesaikan dalam waktu dekat. Menurut dr. Aris, setidaknya pada akhir April mendatang, seluruh sasaran imunisasi kejar sudah harus tervaksinasi secara menyeluruh.
Dia menjelaskan bahwa pentingnya imunisasi bukan sekadar melindungi individu secara personal, melainkan untuk memperkuat imun di lingkungan masyarakat. Jika cakupan vaksinasi dalam satu lingkup kecil mencapai maksimal, maka risiko masuknya virus dapat ditekan seminimal mungkin.
“Misalkan si A dilakukan pemberian vaksinasi dia sudah terlindungi. Tetapi di saat lingkungannya ada 10 balita semuanya diberikan vaksin berarti kekebalan kelompoknya itu menjadi bagus atau tinggi 100 persen,” bebernya.
Terkait tingkat keparahan kasus, dr Aris memberikan catatan positif mengenai kondisi di Tulungagung. Hingga saat ini, belum ada temuan kasus campak yang berujung pada kematian di wilayah hukum Kabupaten Tulungagung.
“Alhamdulillah kalau di Tulungagung sampai saat ini ndak ada sampai ke arah kematian,” tegasnya.
Mengenai ketersediaan stok vaksin, masyarakat diimbau untuk tidak perlu merasa khawatir. Dinkes Tulungagung mengklaim telah mengamankan ketersediaan dosis vaksin, baik untuk kebutuhan rutin maupun kebutuhan khusus seperti yang ada di Desa Ringinpitu yang menyasar sekitar 350 balita.
“Insya Allah cukup untuk diberikan, saat ini yang di Ringinpitu ada 350 itu sudah cukup. Kemudian yang digunakan untuk rutin juga sudah cukup. Kemarin kita sudah komunikasi dengan provinsi,” jelasnya. (dit)
































