Beranda Kediri Raya Konflik Timur Tengah Memanas, Nasib Puluhan Jemaah Umrah Asal Tulungagung Dipantau Ketat

Konflik Timur Tengah Memanas, Nasib Puluhan Jemaah Umrah Asal Tulungagung Dipantau Ketat

547
Konflik Timur Tengah Memanas, Nasib Puluhan Jemaah Umrah Asal Tulungagung Dipantau Ketat (Redaksi)

TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) – Eskalasi ketegangan di wilayah Timur Tengah pasca aksi saling serang antara Iran dengan koalisi Amerika Serikat-Israel mulai berdampak pada kebijakan perjalanan ibadah ke tanah suci.

Kantor Kementerian Haji dan Umroh Tulungagung menggelar pemantauan intensif terhadap kondisi jemaah umrah asal Kota Marmer yang masih berada di Arab Saudi guna memastikan keselamatan mereka di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Tulungagung, Suryani mengungkapkan bahwa hingga Senin (2/3) hari ini, pihaknya telah menerima arahan resmi dari pemerintah pusat mengenai langkah-langkah mitigasi yang harus diambil.

Salah satu poin utama yang menjadi perhatian adalah potensi gangguan pada arus transportasi udara dari dan menuju kawasan tersebut yang kemungkinan besar akan berdampak pada jadwal kepulangan maupun keberangkatan jamaah.

“Beberapa penerbangan menuju dan dari Arab Saudi berpotensi untuk mengalami penjadwalan ulang atau penundaan. Karena itu bagi orang Indonesia yang mau umroh harap memastikan dulu sebelum berangkat dengan pihak maskapai penerbangan,” ujar Suryani saat ditemui di ruang kerjanya.

Da menambahkan, ketidakpastian jadwal ini menuntut para calon jemaah untuk lebih proaktif dalam menjalin komunikasi dengan pihak penyelenggara. Pemerintah juga mengharapkan agar masyarakat tidak terburu-buru melakukan mobilisasi menuju bandara jika belum ada konfirmasi valid mengenai status penerbangan mereka guna menghindari terjadinya penumpukan massa di area terminal.

“Sehingga kalau sudah pasti berarti bisa berangkat. Tapi kalau belum pasti, berarti tetap berada di rumahnya masing-masing. Jangan sampai ke bandara dulu,” bebernya.

Mengenai nasib jamaah yang saat ini sudah berada di wilayah Arab Saudi, Suryani menegaskan bahwa negara hadir untuk memberikan jaminan keamanan.

Koordinasi antara kementerian dengan perwakilan Republik Indonesia, baik di Riyadh maupun Jeddah, terus dilakukan secara berkala untuk memantau situasi di lapangan dan memastikan seluruh layanan kepada jamaah tidak terganggu oleh situasi perang di negara tetangga.

“Kementerian Haji dan perwakilan Republik Indonesia di Arab Saudi, baik yang di Riyadh maupun di Jeddah, terus melakukan komunikasi secara intens untuk memastikan agar jamaah tetap aman dan terlayani dengan baik,” tandasnya.

Di sisi lain, kekhawatiran pihak keluarga di tanah air juga menjadi perhatian otoritas terkait. Suryani meminta agar para kerabat jamaah tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya di media sosial.

Dia menyarankan keluarga untuk tetap memantau perkembangan melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau pihak travel masing-masing yang memiliki akses komunikasi langsung ke tanah suci.

“Keluarga jamaah umroh yang berada di tanah air juga diminta tenang. Perlu mengadakan komunikasi melalui PPIU-nya masing-masing atau melalui travelnya masing-masing terkait dengan perkembangan familinya yang berada di Arab Saudi,” jelasnya.

Berdasarkan data yang masuk, saat ini terdapat dua kelompok jamaah asal Tulungagung yang masih berada di Arab Saudi. Satu kelompok diberangkatkan oleh travel lokal, Menara Kamila Tulungagung, dengan jumlah sekitar 40 orang yang dijadwalkan kembali pada tanggal 22 Maret mendatang.

Sementara itu, satu kelompok lainnya diberangkatkan oleh travel dari luar kota yang dijadwalkan baru akan pulang setelah hari raya Idul Fitri.

“Setahu saya yang Menara Kamila itu sekitar 40-an orang. Yang satu kelompok itu karena travel luar kami tidak bisa memantau,” terangnya.(dit/adr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini