Beranda Nasional KPID Jatim Ingatkan Lembaga Penyiaran Berjaringan Agar Penuhi Kuota Siaran Lokal

KPID Jatim Ingatkan Lembaga Penyiaran Berjaringan Agar Penuhi Kuota Siaran Lokal

31

KUBUS.ID – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur mengingatkan lembaga penyiaran televisi berjaringan yang belum memenuhi kuota konten lokal. Hasil monitoring KPID Jatim masih ditemukan ada beberapa  lembaga penyiaran menayangkan konten lokal di jam hantu alias jam dini hari yang jarang ditonton orang.

Itu dikatakan oleh Koordinator Bidang Isi Siaran KPID Jatim SUNDARI dalam zoom meeting Evaluasi Program Siaran Lokal, Kamis (28/3). Kegiatan diikuti belasan lembaga penyiaran televisi berjaringan se-Jawa Timur antara lain Metro TV Jatim, TV One Jatim, ANTV Jatim, SCTV Jatim, Indosiar Jatim, Moji, Mentari, Kompas Jatim, MNC Jatim, iNews Jatim, RCTI Jatim, GTV Jatim, Trans TV Jatim, Trans7 Jatim, CNN Jatim, RTV Jatim, Net Jatim, Garuda TV Jatim, dan Jawa Pos TV Jatim.

SUNDARI menyampaikan, berdasarkan Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) Pasal 46 dan Standar Program Siaran (SPS) Pasal 68 disebutkan lembaga penyiaran televisi berjaringan wajib menyiarkan program siaran lokal minimal 10 persen atau minimal 2 jam 24 menit untuk televisi jika bersiaran secara 24 jam. Adapun penayangan program siaran lokal wajib ditayangkan dalam rentang waktu pukul 05.00 WIB – 22.00 WIB. LPS SSJ juga wajib menayangkan di jam prime time sebanyak 30 persen dari total kewajiban jam program siaran lokal. Prime time adalah waktu siaran dengan jumlah pemirsa terbanyak di jam-jam lain.

Ketua KPID Jawa Timur IMMANUEL YOSUA TJIPTOSOEWARNO saat memberikan sambutan menyampaikan kegiatan Evaluasi Program Siaran Lokal ini menjadi bentuk pertanggungjawaban KPID Jawa Timur untuk memastikan ketaatan regulasi. Ia mengatakan, KPID Jawa Timur adalah mitra bagi lembaga penyiaran sehingga lembaga penyiaran dapat lebih terbuka terkait keadaan yang sedang dihadapi.

Dalam kesempatan itu KPID Jawa Timur memberikan waktu bagi lembaga penyiaran televisi berjaringan di Jawa Timur untuk memaparkan berkaitan dengan pola siar program siaran lokal, proses produksi program siaran lokal, jenis program siaran lokal, dan pelibatan sumber daya manusia lokal. Hal tersebut bertujuan untuk memetakan permasalahan yang dialami dan mencari solusi atas permasalahan itu.(adr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini