KUBUS.ID – Banyak orang baru belajar mengelola uang saat sudah dewasa, bahkan setelah mengalami kesalahan finansial. Padahal, literasi keuangan sebaiknya dikenalkan sejak anak masih kecil. Anak yang memahami konsep uang sejak dini akan tumbuh lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial di masa depan.
Literasi keuangan bukan soal membuat anak cepat kaya, tetapi membentuk kebiasaan yang sehat terhadap uang.
Mengapa Literasi Keuangan Penting untuk Anak?
Mengajarkan keuangan sejak dini membantu anak:
- Memahami nilai uang
- Belajar menunda keinginan
- Mengenal konsep menabung
- Tidak mudah konsumtif
- Mengembangkan tanggung jawab
Anak yang terbiasa mengelola uang kecil akan lebih siap mengelola uang besar di masa depan.
Kapan Waktu yang Tepat Memulai?
Tidak ada kata terlalu dini. Bahkan usia prasekolah sudah bisa dikenalkan dengan konsep sederhana seperti:
- Uang digunakan untuk membeli barang
- Tidak semua keinginan harus dipenuhi
- Menabung untuk sesuatu yang diinginkan
Penjelasan bisa disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangan anak.
Cara Mengajarkan Literasi Keuangan Sejak Dini
1. Kenalkan Konsep Uang Secara Nyata
Gunakan uang fisik agar anak bisa melihat dan merasakan. Ajak mereka ke toko dan jelaskan proses pembayaran.
Misalnya:
“Uang ini kita tukar dengan makanan.”
2. Ajarkan Menabung dengan Tujuan
Berikan celengan dan bantu anak menentukan target sederhana, seperti membeli mainan atau buku.
Dengan tujuan jelas, anak belajar:
- Disiplin
- Sabar
- Menghargai proses
3. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan
Ajarkan bahwa:
- Kebutuhan: makanan, pakaian, sekolah
- Keinginan: mainan tambahan, camilan berlebih
Diskusi sederhana ini membantu anak memahami prioritas.
4. Beri Uang Saku dan Tanggung Jawab
Untuk anak usia sekolah, uang saku bisa menjadi sarana belajar mengelola keuangan. Biarkan mereka memutuskan, tetapi tetap beri arahan.
Jika uang habis sebelum waktunya, jadikan itu pelajaran, bukan langsung mengganti.
5. Libatkan Anak dalam Diskusi Keuangan Ringan
Misalnya saat belanja bulanan:
“Kita pilih yang lebih hemat ya supaya bisa menabung.”
Ini membantu anak memahami bahwa uang perlu dikelola.
6. Jadilah Contoh yang Baik
Anak meniru orang tua. Jika orang tua:
- Boros
- Impulsif
- Sering mengeluh soal uang
Anak akan menyerap pola yang sama. Tunjukkan kebiasaan finansial yang sehat.
7. Kenalkan Konsep Berbagi
Selain menabung dan membelanjakan, ajarkan juga berbagi. Anak perlu tahu bahwa uang tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bisa membantu orang lain.
Tantangan di Era Digital
Sekarang anak mudah terpapar iklan dan tren media sosial yang mendorong konsumtif. Karena itu, literasi keuangan menjadi semakin penting agar anak tidak mudah tergoda membeli sesuatu hanya karena ikut-ikutan.
Penutup
Mengajarkan literasi keuangan sejak dini adalah investasi jangka panjang. Anak yang memahami nilai uang akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, bertanggung jawab, dan tidak mudah terjebak masalah finansial.
Keuangan yang sehat bukan soal jumlah uang, tetapi soal kebiasaan yang dibentuk sejak kecil.






























