KUBUS.ID – Di bulan suci, segala sesuatu terasa harus tampak religius. Aktivitas biasa diberi makna spiritual berlebihan. Bahkan emosi negatif kadang dianggap tanda kurang iman. Padahal menjadi manusia berarti merasakan lelah, marah, sedih, dan kecewa.
Over spiritualizing terjadi ketika kita menekan sisi manusiawi demi terlihat saleh. Kita takut mengakui bahwa kita lelah. Takut mengakui bahwa kita jenuh. Takut dianggap kurang religius.
Tanda over spiritualizing:
- Menganggap semua masalah sebagai kurang ibadah
- Merasa bersalah saat butuh istirahat
- Mengabaikan kesehatan mental demi terlihat kuat
- Menekan emosi negatif tanpa mengelolanya
Spiritualitas yang sehat bukan berarti selalu kuat. Ia justru menerima kelemahan sebagai bagian dari perjalanan. Ramadan bukan kompetisi kesempurnaan, melainkan proses pertumbuhan.
Menjadi manusia yang jujur dengan perasaan adalah bagian dari ibadah itu sendiri. Karena ketulusan tidak lahir dari tekanan, tetapi dari kesadaran.
































