TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) – Masyarakat Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung digegerkan dengan penemuan jenazah seorang perempuan berinisial S (64) yang tergeletak tak bernyawa di dalam rumahnya pada Rabu (15/4) pagi. Korban ditemukan pertama kali oleh anggota keluarganya dalam kondisi bersimbah darah di area dapur.
Kapolsek Boyolangu, AKP Retno Pujiarsih menjelaskan bahwa peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 05.15. Saat itu, menantu perempuan korban yang hendak menuju kamar mandi dikejutkan dengan posisi mertuanya yang sudah tidak bergerak di lantai.
”Inisial korban S, usianya 64 tahun,” kata Kapolsek Boyolangu, AKP Retno Pujiarsih mengonfirmasi identitas korban.
Berdasarkan keterangan di lapangan, sebelum ditemukan tewas, korban tinggal di rumah tersebut bersama anak dan menantunya. Saksi yang terkejut melihat kondisi korban langsung memanggil suaminya dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
”Pagi tadi sekitar pukul 05.15 itu menantunya yang perempuan hendak ke kamar mandi melewati dapur. Belum sampai ke kamar mandi, dia melihat mertuanya sudah tergeletak bersimbah darah,” terangnya.
Pihak kepolisian yang tiba di lokasi bersama tim Inafis Polres Tulungagung dan tenaga kesehatan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan adanya sejumlah luka fisik pada bagian tubuh korban yang cukup signifikan.
”Dari kasat mata yang kami lihat bersama dengan nakes dan juga tim Inafis, ada luka di leher dan juga lengan sebelah kiri,” bebernya.
Selain melakukan identifikasi korban, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Beberapa benda yang dibawa di antaranya adalah pisau dapur, pakaian milik korban, serta sejumlah obat-obatan yang ditemukan di sekitar area tersebut.
Mengenai kondisi kesehatan korban, AKP Retno menyebutkan bahwa S diketahui memiliki riwayat medis dan baru saja keluar dari perawatan rumah sakit beberapa hari yang lalu akibat penyakit tipes.
”Keterangan dari pihak keluarga, yang bersangkutan hari Jumat kemarin opname di Rumah Sakit Bhayangkara tiga hari; Jumat, Sabtu, Minggu. Indikasinya sakitnya sakit tipes,” ucapnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan kesimpulan mengenai penyebab pasti kematian perempuan lansia tersebut. Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD dr Iskak Tulungagung untuk menjalani proses visum guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
”Saat ini kita belum bisa memastikan indikasinya seperti apa, kita akan melakukan proses penyelidikan dan juga kita menunggu hasil dari visum yang dilaksanakan oleh Rumah Sakit dr Iskak,” tandasnya. (dit)
































