Tulungagung (KUBUS.ID) – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan tindak pidana korupsi pemerasan di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung. Pada hari kedua penggeledahan yang berlangsung Jumat (17/4) kemarin, tim penyidik menyasar empat lokasi berbeda, mulai dari perkantoran dinas hingga rumah pribadi pejabat di luar kota.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari upaya pengumpulan barang bukti atas perkara yang tengah ditangani otoritas antikorupsi tersebut.
“Hari ini penyidik kembali melakukan rangkaian kegiatan penggeledahan, di mana penyidik melakukan penggeledahan di empat lokasi,” jelas Budi.
Adapun lokasi yang disisir pada hari kedua meliputi kantor Sekretariat Daerah (Setda), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), hingga kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Selain itu, penyidik juga melakukan penggeledahan di kediaman pribadi milik bupati yang berada di Surabaya.
“Penyidik melakukan penggeledahan di empat lokasi, yang pertama di kantor sekda termasuk ruangan pengadaan barang dan jasa dan juga ruangan-ruangan Bupati,” sambung Budi merinci sasaran operasi.
Dari hasil penyisiran di berbagai lokasi tersebut, KPK berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan proses tata kelola anggaran di Pemkab Tulungagung. Bukti-bukti yang disita terdiri dari dokumen penting hingga uang tunai sekitar Rp 95 juta.
“Adapun dalam penggeledahan ini penyidik mengamankan sejumlah dokumen yang terkait dengan pengadaan dan juga penganggaran di Kabupaten Tulungagung. Selain itu penyidik juga mengamankan uang tunai sejumlah sekitar Rp 95 juta,” katanya.
Hingga saat ini, total tujuh lokasi yang digeledah oleh KPK sejak operasi dimulai pada hari pertama. Seluruh barang bukti yang ditemukan akan segera dianalisa secara mendalam oleh tim penyidik untuk melihat keterkaitan antarpihak dalam kasus ini.
Mengenai kelanjutan operasi di Tulungagung, Budi menegaskan pihaknya masih memantau perkembangan di lapangan dan tidak menutup kemungkinan akan adanya lokasi tambahan yang perlu diperiksa.
“Dan kita akan lihat perkembangannya apakah masih akan ada rangkaian kegiatan penggeledahan berikutnya, kita tunggu, kami akan update secara berkala,” tegasnya. (dit/nhd)
































