KEDIRI, (KUBUS.ID) – Menjelang Idulfitri, deretan toko jajanan di sepanjang Jalan HOS Cokroaminoto, Kota Kediri, biasanya dipadati pembeli yang mempersiapkan hidangan lebaran. Namun, suasana tahun ini terasa berbeda. Di balik tumpukan kaleng biskuit dan jajanan kiloan, para pedagang mulai merasakan penurunan penjualan. Omzet yang biasanya melonjak pada periode ini kini cenderung stagnan, seiring melemahnya daya beli masyarakat.
Pantauan jurnalis ANDIKA Media di lapangan, terdapat dua kategori pembeli utama. Pertama, kelompok retailer atau pedagang kecil yang membeli dalam jumlah besar untuk dijual kembali. Mereka biasanya mulai aktif berbelanja sejak sepekan sebelum puasa hingga memasuki minggu kedua Ramadan.
Kedua, kelompok end-user atau konsumen akhir yang membeli untuk kebutuhan sendiri. Berbeda dengan retailer, pembeli jenis ini umumnya memadati toko pada sepuluh hari terakhir Ramadan untuk mengisi meja tamu saat lebaran. Namun, pergerakan dari kedua kelompok tersebut terlihat melambat tahun ini.
Roy, pemilik salah satu toko snack di kawasan Jalan HOS Cokroaminoto, mengungkapkan bahwa penurunan omzet tahun ini cukup terasa dibandingkan Ramadan tahun lalu.
“Perbandingannya cukup jauh. Tahun lalu di puncak Ramadan seperti sekarang, penjualan kami bisa tembus lebih dari Rp50 juta per hari. Tahun ini hanya berkisar Rp30 juta sampai Rp40 juta,” ujar Roy, Selasa (10/3).
Keluhan serupa disampaikan Ofa, seorang retailer yang setiap tahun menjual kembali jajanan lebaran. Ia menilai pola pesanan dari pelanggan berubah cukup drastis dan jauh lebih sepi.
“Biasanya H-7 sebelum puasa pesanan sudah mulai ramai, kami sudah sibuk packing. Tapi tahun ini sampai H+7 puasa pun orderan yang masuk masih sangat sedikit. Penjualannya benar-benar tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,” tutur Ofa.
Kondisi ini diduga berkaitan dengan situasi ekonomi yang sedang lesu sehingga menekan daya beli masyarakat. Banyak orang kini lebih selektif dalam membelanjakan uang dan memprioritaskan kebutuhan pokok dibanding kebutuhan tersier seperti camilan lebaran.
Lesunya transaksi juga menimbulkan kekhawatiran bagi para pedagang terkait perputaran modal. Meski begitu, pelaku usaha di Jalan HOS Cokroaminoto masih berharap ada peningkatan pembeli menjelang akhir Ramadan.
“Kami berharap mendekati hari-hari terakhir Ramadan pembeli mulai ramai lagi. Semoga tahun depan kondisi ekonomi lebih stabil sehingga aktivitas pasar bisa kembali normal,” pungkas Roy.(sof/adr)

































