
KEDIRI, (KUBUS.ID) – Memasuki bulan suci Ramadhan, kebutuhan masyarakat terhadap LPG 3 kilogram atau gas melon perlahan mengalami peningkatan. Kondisi tersebut berdampak pada langkanya stok di tingkat pengecer di Kediri Raya.
Sejumlah keluhan terkait sulitnya mendapatkan LPG 3 kilogram masuk ke Gatekeeper Radio ANDIKA dari pendengar di wilayah Tulungagung dan Blitar dalam beberapa hari terakhir.
Saat dikonfirmasi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, membenarkan pihaknya telah menerima laporan kelangkaan dari sejumlah media dan media sosial.
Menurutnya, sejumlah daerah di Kediri Raya yang terpantau mulai mengalami kelangkaan di antaranya Tulungagung dan Blitar. Tim Pertamina telah melakukan pemantauan untuk mengetahui penyebab terjadinya kondisi tersebut.
“Hasil pemantauan menunjukkan bahwa kebutuhan LPG 3 kilogram pada bulan suci Ramadhan mengalami kenaikan signifikan. Selain itu, banyak konsumen yang membeli LPG di luar wilayah domisilinya,” jelas Ahad.
Ia menambahkan, libur panjang Imlek juga menjadi salah satu faktor yang memicu peningkatan kebutuhan LPG secara tajam.
Sebagai langkah antisipasi, Pertamina telah melakukan penambahan fakultatif di sejumlah wilayah dengan jumlah berbeda. Untuk Tulungagung ditambah 33 ribu tabung, Kabupaten Blitar 32 ribu tabung, dan Kota Blitar 6 ribu tabung.
Ahad menegaskan bahwa jumlah penambahan tersebut melebihi alokasi normal harian. Namun demikian, apabila masyarakat masih menemukan kelangkaan, konsumen disarankan membeli LPG 3 kilogram di pangkalan resmi, bukan di tingkat pengecer.
Pasalnya, Pertamina tidak dapat memantau secara langsung kondisi ketersediaan LPG di tingkat pengecer, sehingga indikator kelangkaan lebih akurat berdasarkan distribusi dan stok di pangkalan resmi.
Pertamina pun mengimbau masyarakat untuk tetap membeli LPG sesuai peruntukan dan tidak melakukan pembelian berlebihan guna menjaga ketersediaan pasokan selama Ramadhan. (eko/far)































