KUBUS.ID – Lapar sering membuat emosi lebih sensitif. Hal kecil bisa terasa besar. Ucapan sederhana bisa terdengar menyakitkan. Di sinilah Ramadan mengajarkan seni yang jarang dipelajari: mengendalikan emosi.
1. Emosi sebagai Ujian Sehari-Hari
Ramadan bukan hanya ujian fisik, tetapi juga ujian perasaan.
• Saat macet di jalan menjelang berbuka
• Saat pekerjaan terasa berat
• Saat anak rewel karena lelah
Apakah kita memilih marah, atau memilih sabar?
2. Mengambil Jeda Sebelum Bereaksi
Puasa mengajarkan kita untuk berhenti sejenak sebelum bertindak. Menarik napas. Mengingat bahwa kita sedang berpuasa. Mengingat tujuan besar Ramadan. Jeda kecil itu seringkali menyelamatkan hubungan.
3. Emosi yang Terkelola, Hati yang Lebih Damai
Mengendalikan emosi bukan berarti memendam. Ia berarti memilih respons yang lebih bijak. Ramadan melatih kita menjadi pribadi yang tidak reaktif, tetapi reflektif.






























