KEDIRI, KUBUS.ID – Upaya memperkuat ekosistem program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya diwujudkan lewat agenda business matching yang mempertemukan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan pelaku UMKM di lingkungan pesantren.
Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Lirboyo, Selasa (14/4/2026), ini menjadi bagian dari sinergi antara berbagai pihak, mulai dari Tim TKA PBNU, NUBIK, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga dukungan Badan Gizi Nasional (BGN).
Dalam forum tersebut, penguatan rantai pasok menjadi fokus utama, dengan mempertemukan langsung pengelola dapur SPPG dan pelaku usaha kecil agar tercipta kerja sama berkelanjutan.
Sekretaris RMI PBNU sekaligus Ketua Harian Tim Koordinasi dan Akselerasi Program MBG PBNU, Ulun Nuha, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar forum pertemuan biasa, melainkan langkah strategis membangun ekosistem ekonomi berbasis pesantren.
Menurutnya, SPPG tidak hanya berperan dalam penyediaan makanan bergizi, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang luas. Pelibatan UMKM sebagai bagian dari rantai pasok diharapkan mampu mendorong pertumbuhan usaha masyarakat.
“Melalui pertemuan ini, pengelola SPPG dan pelaku UMKM, khususnya binaan LPPNU, bisa saling terhubung dalam ekosistem yang berkelanjutan,” ujarnya.
Selain membuka peluang bisnis, kehadiran OJK turut memperluas akses pembiayaan melalui sektor keuangan syariah. Para pelaku usaha maupun pengelola SPPG diberikan kesempatan menjalin kemitraan dengan lembaga keuangan untuk mendukung pengembangan usaha mereka.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga disertai edukasi literasi keuangan syariah bagi santri. Hal ini menjadi bagian penting dalam membentuk generasi pesantren yang mandiri secara ekonomi dan memahami sistem keuangan berbasis syariah.
Dalam momentum yang sama, PBNU juga melakukan peresmian 27 titik SPPG baru secara serentak. Penambahan ini memperluas jaringan dapur MBG yang telah tersebar di berbagai wilayah.
Hingga kini, tercatat sebanyak 254 dapur SPPG telah beroperasi. Sementara itu, 77 dapur masih dalam tahap penyelesaian, dan ratusan lainnya tengah dalam proses pendaftaran.
PBNU menargetkan pengembangan hingga sekitar 1.000 dapur SPPG ke depan, sebagai bentuk komitmen dalam mendukung program prioritas pemerintah sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.(atc/ikj)
































