
KEDIRI, (KUBUS.ID) – Sinergi lintas sektoral ditunjukkan oleh Pemerintah Kota Kediri dalam menjaga kelestarian lingkungan dan infrastruktur bersejarah. Puluhan petugas gabungan turun tangan. Mereka menyisir tumpukan sampah yang menyangkut di kaki Jembatan Lama Bandar, salah satu ikon bersejarah Kota Kediri. Aksi ini menjadi bukti nyata sinergi lintas sektoral demi menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menyelamatkan konstruksi jembatan tua tersebut.
Personel dari BPBD, DLHKP, Jasa Tirta, PUPR, hingga relawan bahu-membahu membersihkan material yang terbawa arus sungai. Sejak pagi, mereka bekerja di tengah aliran air yang membawa batang bambu dan kayu berukuran besar. Material itulah yang tersangkut di pilar jembatan dan berpotensi mengancam kekuatan struktur jika dibiarkan menumpuk.
Pantauan jurnalis ANDIKA Media di lapangan, sampah didominasi kayu gelondongan dan rumpun bambu. Beberapa bahkan terjepit kuat di sela-sela konstruksi. Untuk mempercepat evakuasi, petugas menggunakan gergaji mesin. Kayu-kayu besar dipotong menjadi bagian kecil agar mudah diangkat dan beban di kaki jembatan segera berkurang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, Indun Munawaroh, menegaskan, aksi ini bukan sekadar bersih-bersih rutin.
“Ini tindak lanjut instruksi Kementerian Dalam Negeri untuk menyukseskan gerakan nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Sekaligus wujud komitmen kami menjaga cagar budaya Jembatan Lama Bandar agar tetap kokoh dan terawat,” ujarnya.
Faktor keselamatan menjadi perhatian utama. Mengingat lokasi pembersihan berada langsung di aliran sungai, seluruh personel dibekali alat pelindung diri. Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Ariyanto, memastikan setiap petugas dan relawan mengenakan rompi pelampung (life jacket). BPBD juga menyiagakan dua perahu karet untuk memantau keamanan selama proses pembersihan berlangsung.
Aksi ini diharapkan tak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pemerintah Kota Kediri mengajak masyarakat ikut menjaga sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan. Sebab, sungai bersih bukan hanya soal estetika kota, tetapi juga tentang keselamatan infrastruktur dan warisan sejarah yang menjadi kebanggaan bersama.(atc/adr)
































