Beranda Kediri Raya Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Kediri Pantau 69 Jemaah Umrah dan Imbau Reschedule...

Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Kediri Pantau 69 Jemaah Umrah dan Imbau Reschedule Keberangkatan

172
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Kediri, Abdul Kholiq Nawawi (Foto: Redaksi)

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah membuat otoritas penyelenggara haji dan umrah di daerah siaga. Sebanyak 69 jemaah umrah asal Kabupaten Kediri yang tengah berada di Tanah Suci kini dalam pemantauan intensif.

Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kabupaten Kediri memastikan terus berkoordinasi dengan biro perjalanan guna memantau kondisi dan jadwal kepulangan para jemaah.

Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Kediri, Abdul Kholiq Nawawi, menyampaikan bahwa puluhan jemaah tersebut berangkat dalam periode yang sama, namun melalui biro travel yang berbeda-beda. Bahkan, sebagian menggunakan jasa travel di luar wilayah Kediri.

“Total ada 69 jemaah. Sebagian sudah kembali ke tanah air, sebagian lainnya masih di Tanah Suci karena memang belum masuk jadwal kepulangan,” jelasnya.

Menurut dia, variasi jadwal kepulangan itu dipengaruhi perbedaan maskapai dan paket perjalanan masing-masing biro. Karena itu, pihaknya terus menjalin komunikasi aktif untuk memastikan seluruh jemaah dalam kondisi aman.

Tak hanya fokus pada yang sudah berangkat, Kemenhaj juga mengambil langkah antisipatif untuk jemaah yang belum terbang. Situasi keamanan yang dinamis membuat pemerintah daerah tak ingin mengambil risiko.

Beberapa langkah strategis telah ditempuh. Di antaranya, sosialisasi kepada seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) serta imbauan resmi agar travel melakukan penjadwalan ulang (reschedule) keberangkatan.

Keberangkatan baru diminta ditunda sampai kondisi di Timur Tengah benar-benar dinyatakan aman bagi warga sipil.

“Keselamatan jemaah adalah prioritas utama. Kami minta seluruh travel kooperatif melakukan penjadwalan ulang sampai situasi benar-benar kondusif,” tegas Abdul Kholiq.

Kebijakan tersebut berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan, menyesuaikan perkembangan situasi geopolitik.

Sementara itu, keluarga jemaah di Kediri diimbau tetap tenang. Kemenhaj meminta keluarga aktif berkomunikasi dengan pihak travel maupun kantor kementerian untuk memperoleh informasi terbaru terkait jadwal kepulangan.

Pemantauan akan terus dilakukan. Pemerintah berharap seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dengan selamat tanpa kendala berarti.(atc/adr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini