TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) – Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung mulai mendistribusikan 118 Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah untuk mengisi kekosongan jabatan di sejumlah satuan pendidikan. Meski demikian, hingga saat ini tercatat masih ada 21 lembaga sekolah yang posisi pimpinannya masih lowong.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Deni Susanti menjelaskan bahwa 118 SK yang telah diterbitkan tersebut mencakup satu lembaga TK, 107 lembaga SD, dan 10 lembaga SMP. SK ini memiliki masa berlaku terbatas, yakni mulai bulan Maret hingga 31 Mei mendatang sebagai solusi sementara demi menjamin kelancaran layanan pendidikan.
“SK kepala sekolah itu sebenarnya dari Dinas Pendidikan sudah mengusulkan melalui BKPSDM, kemudian BKPSDM yang memproses. Begitu turun hari Senin kemarin, langsung kami ambil dan segera dibagikan pada hari Selasa karena memang sudah ditunggu untuk segala pelayanan,” ujar Deni Susanti.
Terkait 21 lembaga yang belum menerima SK Plt, Deni menegaskan bahwa seluruh berkas usulan saat ini masih berada dalam tahap pemrosesan di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal proses tersebut agar distribusi SK tambahan bisa segera rampung dalam waktu dekat.
“Itu sedang proses, sudah diproses sama BKPSDM dan belum turun. Tetapi tetap akan kami upayakan minggu ini bisa segera diterbitkan untuk SK Plt-nya,” kata dia.
Kekosongan jabatan kepala sekolah ini berdampak langsung pada urusan administratif dan manajerial di tingkat sekolah. Beberapa kendala teknis mulai muncul, mulai dari hambatan pencairan anggaran operasional hingga kebingungan guru dalam penyusunan laporan kinerja tahunan.
“Kendalanya ya untuk pengambilan BOS, masih belum bisa dicairkan jadi ya terpaksa nalangin. Kemudian juga Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), mereka masih bingung. Karena ini seharusnya sudah selesai untuk triwulan I, namun karena tidak ada kepala sekolah maka tidak ada atasan langsung (yang memverifikasi),” jelasnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan Tulungagung juga tengah menyiapkan langkah jangka panjang berupa pengisian jabatan kepala sekolah definitif. Saat ini, tim internal sedang melakukan pemetaan terhadap para guru yang memenuhi kualifikasi sesuai regulasi yang berlaku melalui sistem terintegrasi.
“Untuk pengisian definitifnya, kita terus berproses dan melakukan mapping melalui sistem yang ada. Guru-guru yang memenuhi syarat itu sesuai aturan kita mapping dulu,” terangnya. (dit)





























