Beranda Kediri Raya Imbas Cuaca Ekstrem, Pasokan Ikan di Pasar Setono Betek Tersendat, Harga Ikan...

Imbas Cuaca Ekstrem, Pasokan Ikan di Pasar Setono Betek Tersendat, Harga Ikan Laut Meroket

18

KEDIRI, (KUBUS.ID) — Cuaca ekstrem yang melanda wilayah perairan Jawa Timur berdampak serius pada sektor perikanan. Akibat gelombang tinggi dan cuaca buruk, pasokan ikan laut maupun ikan air tawar mengalami hambatan distribusi serta kenaikan harga yang signifikan di tingkat pedagang.

Distribusi ikan yang biasanya datang dari sentra penghasil seperti Tuban, Lamongan, Gresik, hingga Prigi (Tulungagung) kini mengalami keterlambatan. Jika biasanya pengiriman dilakukan setiap tiga hari sekali, kini pedagang hanya menerima pasokan satu kali dalam seminggu. Kondisi ini memicu kenaikan harga rata-rata hingga Rp5.000 per kilogram.

Berdasarkan pantauan lapangan jurnalis Andika Media di Pasar Setono Betek Kota Kediri, ikan Tenggiri yang biasanya dijual seharga Rp80.000 per kilogram, kini menyentuh angka Rp90.000 per kilogram. Begitu pula dengan Cumi-cumi yang naik dari Rp80.000 menjadi Rp90.000 per kilogram.

Komoditas lain seperti Ikan Tuna yang awalnya Rp45.000 kini menjadi Rp50.000 per kilogram, dan Ikan Kembung naik dari Rp40.000 menjadi Rp45.000 per kilogram. Sementara itu, hanya komoditas Udang yang terpantau stabil di kisaran harga Rp80.000 hingga Rp120.000 per kilogram tergantung jenisnya.

Tak hanya ikan laut, ikan air tawar juga mengalami kenaikan harga yang cukup tajam. Ikan Gurami mengalami lonjakan dari Rp40.000 menjadi Rp48.000 per kilogram, sedangkan Ikan Nila naik dari Rp30.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. Penurunan stok juga terlihat dari volume masuk yang biasanya mencapai 3 kuintal per minggu, kini menyusut menjadi hanya 2 kuintal.

Imam Fauzan, salah satu pedagang ikan, mengeluhkan penurunan omzet yang mencapai 30% akibat berkurangnya volume tangkapan nelayan.

“Dampaknya stok sangat berkurang karena tangkapan nelayan juga sedikit akibat cuaca ekstrem. Di hari normal saya bisa jual sampai 1 kuintal, sekarang cuma 30 sampai 50 kilogram saja. Secara otomatis omzet ikut berkurang, biasanya sekitar Rp10 juta sekarang jadi Rp6 sampai Rp7 juta saja,” ujar Imam Fauzan.

Kenaikan harga ini pun mendapat keluhan dari masyarakat. Widia, salah satu pembeli, mengaku sangat menyayangkan kondisi ini.

“Sangat disayangkan ya harga-harganya melambung tinggi sekali. Sebagai ibu rumah tangga tentu ini terasa berat karena ikan itu kebutuhan protein harian keluarga,” ungkap Widia.

Hingga kini, para pelaku usaha dan konsumen hanya bisa berharap kondisi cuaca segera membaik agar pasokan kembali normal dan harga di pasaran kembali stabil.(sof)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini