KEDIRI, (KUBUS.ID) – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri bergerak cepat merespons isu kelangkaan minyak goreng merek MinyaKita di pasaran. Melalui serangkaian pengecekan langsung ke sejumlah toko dan pasar tradisional, Disperdagin memastikan bahwa komoditas tersebut masih tersedia, meskipun terjadi sedikit penurunan pasokan.
Langkah sigap ini menjadi wujud nyata komitmen Disperdagin Kota Kediri dalam menjaga stabilitas distribusi bahan pokok sekaligus melindungi daya beli masyarakat. Dari hasil pemantauan di lapangan, harga MinyaKita terpantau tetap stabil dan masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni berkisar antara Rp12.500 hingga Rp13.000 per liter.
Kepala Disperdagin Kota Kediri, M. Ridwan, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan secara berkala guna memastikan kondisi pasar tetap terkendali.
“Memang ada sedikit penurunan pasokan MinyaKita, namun secara umum ketersediaan masih mencukupi dan harga relatif stabil di pasaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, Disperdagin tidak akan mentolerir adanya praktik penjualan di atas ketentuan yang berlaku. Pengawasan ketat terus dilakukan, dan pedagang yang terbukti menjual melebihi HET, yakni di atas Rp17.500, akan dikenakan sanksi tegas sesuai aturan.
Dengan langkah pengawasan yang konsisten dan responsif, Disperdagin Kota Kediri menunjukkan perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas harga serta memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi secara aman dan terjangkau.(atc)





























