
KUBUS.ID – Saat sesuatu indah terjadi, banyak orang kini refleks mengambil kamera terlebih dahulu. Makanan difoto sebelum dimakan. Konser direkam sebelum dinikmati. Pemandangan diabadikan sebelum benar-benar dilihat.
Tanpa sadar, kita lebih sibuk menyimpan momen daripada mengalaminya.
Kita ingin memastikan momen itu ada dalam galeri, tapi lupa memastikan momen itu benar-benar terasa.
Beberapa hal yang sering terjadi:
• sulit menikmati momen tanpa mendokumentasikan
• lebih fokus pada hasil foto daripada pengalaman
• merasa perlu membagikan semuanya
• kehilangan kehadiran dalam momen
• kenangan terasa seperti arsip, bukan pengalaman nyata
Dokumentasi memang bisa menyimpan kenangan. Tapi tidak semua hal harus direkam untuk menjadi berarti.
Kadang, pengalaman paling berharga justru yang benar-benar dirasakan, bukan yang paling banyak diposting.































