Kediri, (KUBUS.ID) – Komandan Kodim 0809/Kediri, Dhavid Nur Hadiansah, angkat bicara menanggapi viralnya video dugaan jual beli titik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah Kabupaten Kediri. Ia menegaskan, informasi yang beredar di media sosial tersebut tidak benar dan tidak dapat langsung dijadikan dasar tuduhan tanpa proses penyelidikan yang jelas.
Dalam keterangannya, Dandim 0809 Kediri membantah adanya praktik jual beli titik KDMP sebagaimana yang disebutkan dalam percakapan video viral antara seorang perempuan yang mengenakan seragam ASN dan seorang laki-laki yang mengenakan kaos TNI. Menurutnya, anggaran yang bersumber dari Agrinas sepenuhnya digunakan untuk kepentingan penyelenggaraan bersama masyarakat lokal setempat, bukan untuk kepentingan pribadi maupun praktik percaloan proyek.
“Anggaran dari Agrinas itu murni diperuntukkan bagi penyelenggara bersama warga lokal. Jadi kalau ada yang menyebut dikerjakan ASN atau bahkan ada jual beli titik KDMP, itu tidak benar,” tegas Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansah.
Ia juga menekankan, selama dirinya menjabat sebagai Komandan Kodim 0809 Kediri dalam kurun waktu lima bulan terakhir, tidak pernah ada pemberian konsultan maupun aliran dana kepada seorang ASN terkait program tersebut.
“Kami tegaskan, selama saya menjabat di Kediri, tidak pernah sepeser pun memberikan konsultan kepada ASN,” ujarnya.
Meski demikian, pihak Kodim 0809 Kediri tetap menaruh perhatian serius terhadap munculnya video yang telah viral di media sosial tersebut. Saat ini, proses penelusuran dan penyelidikan masih dilakukan guna memastikan fakta sebenarnya di lapangan serta menghindari berkembangnya informasi yang menyesatkan masyarakat.
Dandim berharap masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sebelum adanya hasil penyelidikan resmi dari pihak terkait.(atc)
































