Kediri (KUBUS.ID) – Persik Kediri gagal mempersembahkan kemenangan dalam laga kandang terakhir mereka pada gelaran Super League 2025/2026 setelah dipaksa menyerah 1-3 oleh Persija Jakarta.
Bertanding di hadapan publik sendiri di Stadion Brawijaya, Kediri, pada Sabtu (16/5) sore, tim berjuluk Macan Putih ini sebenarnya sempat memberikan harapan besar bagi para suporter. Persik sukses memecah kebuntuan terlebih dahulu pada menit ke-24 lewat gol sundulan Jose Enrique yang memanfaatkan umpan tarik matang dari Ernesto Gomes, sekaligus menaklukkan kiper Persija, Andritany. Sayangnya, kegembiraan publik tuan rumah tidak bertahan lama karena Macan Kemayoran langsung merespons dengan cepat.
Hanya berselang dua menit dari gol pembuka, Persija berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui aksi Rayhan Hannan yang sukses mengonversi umpan dari Jordi Amat.
Memasuki babak kedua, tim tamu yang tampil lebih dominan mulai menunjukkan taringnya untuk membalikkan keadaan. Penyerang asing Persija, Gustavo Almeida, menjadi momok menakutkan bagi lini pertahanan Persik setelah mencetak dua gol cepat. Gol pertamanya tercipta pada menit ke-64 usai menerima umpan dari Maxwell, disusul gol kedua dua menit kemudian pada menit ke-66 setelah menuntaskan umpan terobosan akurat dari Witan Sulaeman yang mengubah papan skor menjadi 1-3 hingga peluit panjang dibunyikan.
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres, secara jantan mengakui keunggulan tim tamu dalam sesi konferensi pers usai pertandingan. Juru taktik asal Spanyol tersebut menyatakan bahwa Persija Jakarta merupakan lawan yang sangat tangguh dengan kedalaman skuad serta kualitas materi pemain yang berada di atas anak asuhnya. Meskipun hasil yang didapat mengecewakan, Marcos tetap mengapresiasi perjuangan skuad Macan Putih yang dinilainya sudah tampil maksimal dan memberikan perlawanan terbaik di sepanjang jalannya laga.
Perbedaan kualitas individu dan kolektivitas tim di lapangan diakuinya menjadi pembeda utama dalam hasil akhir pertandingan sore itu.
“Mereka memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan kita, dari segi permainan maupun klasemen di liga,” ujar Marcos saat memberikan keterangan kepada jurnalis Andika Media.
Kekalahan di kandang sendiri ini tentu menjadi bahan evaluasi besar bagi tim pelatih sebelum menutup lembaran musim ini. Persik Kediri kini menyisakan satu pertandingan terakhir dalam kalender kompetisi Super League 2025/2026.
Pada pekan pamungkas nanti, Jose Enrique dan kawan-kawan dijadwalkan melakoni laga tandang sarat gengsi ke markas Persebaya Surabaya pada Sabtu (23/5) mendatang, yang sekaligus akan menjadi partai penutup perjuangan Macan Putih musim ini. (nhd)
































