Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan kualitas akademik sekaligus percepatan menuju world class university .
Empat guru besar yang dikukuhkan masing-masing Prof. (H.C) Dr. dr. Sentot Imam Suprapto, M.M. di bidang Manajemen dan Kepemimpinan, Prof. dr. Bhisma Murti, MPH., M.Sc., Ph.D. di bidang Kesehatan Masyarakat, Prof. Dr. dr. Chatarina Umbul Wahyuni, M.S., M.PH. di bidang Epidemiologi, serta Prof. Dr. Ir. Indasah, M.Kes. di bidang Kesehatan Lingkungan.
Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting bagi Universitas STRADA Indonesia dalam memperkuat jajaran akademik dengan menghadirkan para pakar bereputasi nasional maupun internasional.
Rektor Universitas STRADA Indonesia, Prof. (H.C) Dr. dr. Sentot Imam Suprapto, M.M., menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi utama kemajuan perguruan tinggi. Kehadiran empat guru besar baru diyakini akan berdampak langsung terhadap peningkatan mutu lulusan.
“Sebagai wujud pengembangan kampus dalam hal kualitas, yang utama harus diperkuat adalah SDM. Dengan tambahan empat guru besar ini, Universitas STRADA diharapkan mampu memenuhi harapan masyarakat, khususnya dalam mencetak lulusan berkualitas sehingga layanan peningkatan mutu pendidikan dapat terwujud,” ujarnya.
Prof. Sentot juga memaparkan roadmap pengembangan kampus yang dibagi dalam tiga dekade. Pada dekade pertama, fokus diarahkan pada penguatan bidang keperawatan, kebidanan, dan kesehatan masyarakat.
Memasuki dekade kedua, kampus mulai memperluas layanan pendidikan melalui Program Studi Administrasi Rumah Sakit, Farmasi, hingga Fakultas Ekonomi dan Bisnis guna mencetak lulusan berjiwa entrepreneur .
“Ke depan, sesuai tuntutan masyarakat dan perkembangan zaman, kami menargetkan pembentukan Fakultas Kedokteran. Memang tidak mudah, tetapi saat ini sudah mulai dilakukan langkah nyata dengan menggandeng sejumlah kampus besar di Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Prof. dr. Bhisma Murti, MPH., M.Sc., Ph.D., mengaku bangga dapat bergabung dengan Universitas STRADA Indonesia. Menurutnya, pengukuhan guru besar harus menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan keilmuan dan kepakaran.
“Saya merasa bangga bisa bergabung dengan Universitas STRADA Indonesia dan ini merupakan kehormatan besar. Seorang peneliti tidak cukup hanya mengumpulkan angka, tetapi juga harus mampu menganalisis data serta memahami filosofi dari penelitian yang dilakukan demi kemajuan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Langkah progresif Universitas STRADA Indonesia juga mendapat apresiasi dari Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi periode 2014–2019, Prof. Dr. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak., yang hadir sebagai Dewan Penyantun universitas.
Menurut Prof. Nasir, pengukuhan empat guru besar sekaligus merupakan capaian luar biasa bagi perguruan tinggi swasta.
“Ini pengalaman pertama saya menghadiri pengukuhan guru besar terbanyak sekaligus di level kampus swasta. Mahasiswa Universitas STRADA harus memanfaatkan kesempatan belajar dari para guru besar yang memiliki kompetensi luar biasa,” ujarnya.
Pengukuhan empat guru besar ini semakin menegaskan posisi Universitas STRADA Indonesia sebagai salah satu kekuatan baru pendidikan tinggi kesehatan di Jawa Timur yang siap bersaing di tingkat global.(sof/adr)































