KUBUS.ID – Pemerintah Kabupaten Tulungagung mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6 miliar untuk merombak sistem pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Segawe. Langkah ini diambil untuk mengubah metode pembuangan terbuka yang memicu overkapasitas menjadi sistem sanitary landfill secara bertahap.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung, Anang Pratistianto menyatakan, penataan awal saat ini masih menggunakan metode control landfill untuk menutup tumpukan sampah lama sebelum beralih sepenuhnya ke sanitary landfill.
“Itu kan kita kan kemarin kan sudah diberi peringatan dari Kementerian LH. Nah itu supaya merubah dari open dumping menjadi sanitary landfill. Dan ini berproses, ini kita sekarang masih penataannya masih control landfill,” ujarnya.
Proyek pembenahan infrastruktur lingkungan tersebut akan didanai oleh APBD tahun ini secara bertahap dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun 2027 mendatang. Anang menjelaskan bahwa proses pengalokasian anggaran Rp 6 miliar itu sedang masuk dalam tahapan perencanaan matang agar eksekusi di lapangan tepat sasaran.
“Iya, diubah jadi sanitary landfill. Sama perbaikan apa, lindi. Penampung lindi itu,” jelasnya.
Menurut Anang, perbaikan kolam penampung air lindi menjadi prioritas utama dalam perombakan ini karena kondisi eksisting dinilai mencemari area sekitar TPA. Pihaknya berencana menyatukan pembuangan limbah cair tersebut agar tidak meluap ke luar kawasan TPA Segawe.
“Itu kan selama ini kan masih keluarnya ke mana-mana. Itu masih mau kita tampung jadi satu itu,” ucapnya.
Terkait teknis pelaksanaan di lapangan, DLH Tulungagung memastikan tumpukan sampah dengan metode pembuangan terbuka yang lama akan diratakan dan dikontrol secara ketat agar volumenya tidak terus bertambah. Sebagai langkah awal pembangunan fisik pada tahun anggaran ini, pemerintah daerah fokus menggarap fasilitas lubang biopori dan pengurukan lahan.
“Nggih, pokoknya kita ratakan lagi,” sebutnya.
Meskipun pemerintah pusat menargetkan seluruh pemerintah daerah bebas dari sistem open dumping pada tahun 2029, Pemkab Tulungagung optimis mampu menyelesaikan target tersebut dua tahun lebih cepat. Untuk realisasi serapan anggaran pengerjaan fisik pada tahun 2026 nanti, DLH memproyeksikan kebutuhan dana sekitar Rp2 koma sekian miliar sebelum dilanjutkan hingga tuntas pada tahun 2027.
Sistem baru ini diklaim mampu menampung total produksi sampah daerah yang saat ini mencapai kisaran 137 ton per hari. Namun, Anang berharap volume residu yang masuk ke TPA Segawe bisa ditekan secara signifikan melalui optimalisasi program pemilahan sampah dari skala rumah tangga yang diinstruksikan oleh Bupati Tulungagung.
“Yang ada selama ini, 137 ton itu bisa ditampung. Tetapi dengan instruksi Pak Bupati kemarin, pilah sampah dari rumah, mudah-mudahan tidak sampai seperti itu,” terangnya.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh residu sampah berkapasitas ratusan ton tersebut nantinya akan diproses ulang menggunakan lapisan kolam geomembran sehingga menyisakan ampas pembuangan yang jauh lebih sedikit.
“Nggih, diproses lagi,” tegasnya menutup keterangan. (dit/art)































