Beranda Kediri Raya Menjaga Kelestarian Khazanah Jawa, Tradisi Jamasan Pusaka Bulan Suro Ramai Peminat

Menjaga Kelestarian Khazanah Jawa, Tradisi Jamasan Pusaka Bulan Suro Ramai Peminat

1

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Memasuki bulan Suro dalam penanggalan Jawa, tradisi mencuci pusaka atau yang dikenal dengan istilah Jamasan Pusaka kembali marak dilakukan oleh masyarakat. Tradisi turun-temurun ini menjadi rutinitas tahunan yang kental akan nilai budaya. Salah satu praktisi jamasan, Pak Aris Wiyono, atau yang akrab disapa Bopo Aris, menjadi salah satu sosok yang sibuk melayani masyarakat yang ingin merawat benda-benda bersejarah mereka di bulan sakral ini.

Bagi Bopo Aris, ritual jamasan pusaka ini murni dilakukan atas dasar pengabdian untuk merawat kebudayaan warisan nenek moyang. Oleh karena itu, ia sama sekali tidak pernah mematok tarif atau harga tertentu untuk jasa pelayanan jamasan tersebut. Langkah ini diambil demi memegang teguh amanah yang telah dititipkan oleh para leluhur terdahulu.

“Untuk menjamas pusaka sebenarnya tidak menentukan tarif untuk jasanya, karena wasiat dari leluhur tidak diperkenankan untuk memasang tarif, karena ini murni diniatkan untuk merawat tradisi yang diwariskan untuk nenek moyang,” ujar Bopo Aris.

Meskipun identik dengan bulan Suro, Bopo Aris menjelaskan bahwa prosesi menjamas pusaka sebenarnya bisa dilakukan kapan saja tanpa terikat waktu. Selain sebagai bentuk pelestarian adat, jamasan pada dasarnya memiliki fungsi praktis yang sangat penting untuk merawat fisik benda pusaka itu sendiri. Pembersihan secara berkala diperlukan agar besi pusaka tidak mengalami kerusakan akibat karat.

“Jamasan sendiri merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan, tidak hanya di bulan Suro saja, tetapi untuk menjamas bisa dilakukan kapan saja, selain merawat tradisi juga untuk merawat pusaka supaya tidak mengalami korosi dan mengurangi nilai estetika dari pusaka tersebut,” tambahnya.

Bopo Aris juga meluruskan stigma negatif yang terkadang melekat pada tradisi ini. Beliau menegaskan bahwa ritual jamasan sama sekali tidak berkaitan dengan hal-hal syirik atau menduakan Tuhan. Fokus utama dari kegiatan ini adalah aspek perawatan fisik dan penghormatan terhadap karya seni serta sejarah masa lalu agar tetap dapat disaksikan oleh generasi masa depan.

“Tradisi ini merupakan cara untuk menjaga tradisi bukan menuhankan pusaka, tetapi merawat agar pusaka tetap lestari, agar bisa dinikmati anak cucu kita,” tegas Bopo Aris.

Pada bulan Suro kali ini, permintaan masyarakat untuk menjamas pusaka mengalami lonjakan yang sangat signifikan hingga mencapai 80 persen dibandingkan dengan hari-hari biasa. Kendati demikian, jumlah tersebut diakui tetap mengalami fluktuasi dari waktu ke waktu. Mayoritas pusaka yang dibawa oleh masyarakat untuk dijamas adalah senjata tradisional keris dengan berbagai variasi bentuk, mulai dari keris lurus hingga keris dengan lekukan (luk) satu sampai tiga belas, tergantung pada era pembuatannya.

Tata cara jamasan pusaka aslinya sangat panjang dan rumit, meliputi prosesi kirab dan doa dengan air suci, pembersihan fisik menggunakan air kelapa dan jeruk nipis, penyucian spiritual dengan air bunga setaman dan minyak wangi, hingga tahap penyimpanan kembali. Namun seiring berjalannya waktu, beberapa prosesi kini mulai disederhanakan tanpa mengurangi esensi dan batasan yang telah digariskan oleh para leluhur.

Sebagai contoh, penyediaan sesaji seperti bunga tujuh rupa saat perendaman tetap dilakukan, namun tujuannya murni sebagai pelestarian ritual estetika budaya, bukan untuk dipersembahkan kepada roh leluhur. Bahkan, jika pemilik pusaka tidak mampu menyediakannya, hal tersebut tidak menjadi suatu paksaan. Menutup perbincangan, Bopo Aris mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bangga dan konsisten menjaga akar budaya mereka sendiri.

“Mari kita rawat tradisi yang telah diwariskan oleh leluhur kita, sebagai khazanah keragaman tradisi jawa. Kita orang jawa jangan sampai hilang jawanya. Semoga ini terus lestari sampai nanti,” pungkasnya.(sof)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini