KEDIRI, (KUBUS.ID) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan di tengah dinamika harga bahan bakar minyak (BBM) yang dipengaruhi berbagai faktor global. Melalui penguatan literasi keuangan, OJK Kediri mengajak masyarakat fokus pada langkah-langkah yang dapat dilakukan secara mandiri guna menjaga stabilitas kondisi keuangan keluarga.
Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, menjelaskan bahwa naik turunnya harga BBM merupakan dampak dari berbagai faktor eksternal yang berada di luar kendali masyarakat maupun pemerintah daerah. Oleh karena itu, upaya yang paling realistis dilakukan adalah memperkuat pengelolaan keuangan rumah tangga.
Menurut Ismirani, masyarakat perlu lebih cermat dalam menyusun prioritas pengeluaran dengan membedakan antara kebutuhan utama dan keinginan yang dapat ditunda. Langkah tersebut dinilai penting agar kondisi keuangan tetap sehat meskipun terjadi peningkatan biaya hidup.
“Karena itu faktor eksternal, internal kita sekarang yang kita benahi. Yang bisa dilakukan adalah mengelola keuangan dengan lebih baik dan memilah mana kebutuhan serta mana keinginan,” ujar Ismirani.
Ia menambahkan, pengelolaan keuangan yang disiplin menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Dengan perencanaan yang baik, masyarakat dapat menyesuaikan pola konsumsi tanpa harus mengorbankan kebutuhan pokok keluarga.
Tidak hanya memberikan edukasi kepada masyarakat, OJK Kediri juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait efisiensi energi dan pengurangan emisi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menerapkan sistem kerja Work From Home (WFH) secara bergiliran untuk mengurangi penggunaan bahan bakar dan konsumsi energi.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari gerakan ramah lingkungan atau go green yang saat ini terus didorong di lingkungan OJK. Meski demikian, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal dan tidak mengalami pengurangan kualitas.
“Kita juga mulai go green, mengurangi pemakaian yang tidak diperlukan, baik listrik maupun BBM. Namun pelayanan kepada masyarakat tetap nomor satu,” tegasnya.
Melalui berbagai upaya tersebut, OJK Kediri berharap masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan keuangan yang sehat dan mampu beradaptasi terhadap perubahan kondisi ekonomi. Dengan literasi keuangan yang kuat, masyarakat diharapkan lebih siap menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak fluktuasi harga BBM yang sewaktu-waktu dapat memengaruhi pengeluaran rumah tangga.(atc)































