Beranda Event Pastikan Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok Pasca Lebaran, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota...

Pastikan Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok Pasca Lebaran, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri Lakukan Inspeksi Mendadak (Sidak)

3
Kepala Disperindag Kota Kediri M Ridwan saat sidak pasar (foto:redaksi)
KEDIRI, KUBUS.ID-Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga kebutuhan pokok pasca-Lebaran di Pasar Setono Betek.

Langkah ini diambil guna menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya komoditas yang dijual melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET), khususnya pada komoditas beras dan minyak goreng.
Dalam sidak tersebut, Disperindag menggandeng berbagai pihak terkait, mulai dari Bulog, Polresta Kediri, hingga Kejaksaan Negeri Kota Kediri untuk memastikan kepatuhan pedagang terhadap regulasi harga.

Berdasarkan pantauan Jurnalis Andika di lapangan, petugas menemukan beberapa item yang dijual di atas HET. Kepala Disperindag Kota Kediri, Ridwan, menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi karena adanya mata rantai distribusi yang tidak efisien.

“Ditemukan beberapa item dijual di atas HET, seperti beras. Hal ini terjadi karena penjual tidak membelinya langsung dari distributor, melainkan melalui pengecer. Akibatnya, harga beli mereka sudah tinggi dan berdampak pada harga jual ke konsumen,” ujar Ridwan.

Ridwan merincikan kembali aturan harga yang berlaku saat ini, minyak kita HET Rp15.700 per kilogram, kemudian Beras Rp12.500 hingga Rp14.500 per kilogram (tergantung kualitas, mulai dari SPHP hingga Premium).

Ridwan juga memberikan peringatan tegas kepada para pedagang agar tetap mengikuti aturan pemerintah.
“Kami berpesan kepada seluruh penjual untuk tidak menjual kebutuhan pokok, khususnya beras dan minyak goreng, di atas HET yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Selain menyoroti harga pangan, Ridwan juga menyinggung tingginya harga plastik di pasaran. Sebagai solusi ganda untuk ekonomi dan lingkungan, ia mengimbau masyarakat untuk mengubah kebiasaan belanja.

“Menyikapi harga plastik yang tinggi, kami mengimbau masyarakat untuk membawa tas sendiri saat berbelanja. Selain hemat biaya, ini juga langkah nyata untuk meminimalisir sampah plastik dan menjaga lingkungan di wilayah Kota Kediri,” tambahnya.

Di sisi lain, para pedagang mengaku kesulitan menjaga harga jika harus mengambil barang dari tangan kedua atau ketiga. Ali, salah satu penjual di Pasar Setono Betek, berharap pemerintah dapat memberikan solusi konkret terkait distribusi.

“Kami berharap pemerintah membantu agar kami bisa mendapatkan suplai kebutuhan pokok langsung dari distributor, bukan dari pengecer. Jika suplai lancar dan murah dari sumbernya, kami pasti bisa menjual sesuai dengan HET yang ditetapkan,” ungkap Ali.

Pemerintah Kota Kediri berkomitmen untuk terus memantau ketersediaan stok dan stabilitas harga guna memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga pasca-hari raya.(sof/eko)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini