Beranda Uncategorized Tiket Persik vs Persijap Belum Tembus 1.000, Panpel: Tren Penonton Memang Menurun

Tiket Persik vs Persijap Belum Tembus 1.000, Panpel: Tren Penonton Memang Menurun

18
Ketua Panpel Persik Kediri, Tri Widodo. (redaksi)

Kediri (KUBUS.ID) – Atmosfer Stadion Brawijaya diprediksi bakal lebih lengang saat Persik Kediri menjamu Persijap Jepara pada Senin (6/4) sore. Hingga Senin pagi, antusiasme suporter Macan Putih untuk memberikan dukungan langsung di tribun terpantau masih lesu, dengan angka penjualan tiket yang bahkan belum menyentuh angka 1.000 lembar.

Kondisi ini mencerminkan tren menurunnya kehadiran penonton di stadion yang kini tengah menghantui klub-klub di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri, Tri Widodo, mengungkapkan bahwa sepinya minat penonton ini bukan hanya menjadi persoalan internal Kediri, melainkan fenomena nasional pasca-Tragedi Kanjuruhan.

Berdasarkan pengamatan pribadinya saat menyambangi laga beberapa tim besar, tren serupa terjadi secara merata.

“Untuk ukuran tim liga satu (Super League 2025/2026), hanya Persija Jakarta dan Persib Bandung yang jumlah penontonnya masih banyak dan stabil,” jelasnya.

Hal ini menjadi tantangan berat bagi manajemen klub karena minimnya pemasukan dari sektor tiket membuat biaya operasional pertandingan semakin sulit untuk tertutupi.

“Kemarin saya datang ke pertandingan Madura United juga sepi, Persita Tangerang, Persebaya juga tidak sebanyak biasanya,” ujar Widodo saat mengudara di Radio ANDIKA.

Panitia sebenarnya tidak tinggal diam menghadapi penurunan ini. Upaya jemput bola hingga kebijakan menurunkan harga tiket pun pernah dilakukan demi memancing kehadiran suporter, namun hasilnya tetap belum mampu memenuhi target yang diharapkan.

Meski begitu, Tri Widodo menegaskan bahwa loket penjualan tetap akan dibuka hingga menjelang kick-off sore ini, dengan harapan ada lonjakan penonton di menit-menit akhir.

Terkait teknis pertandingan, panitia memastikan Stadion Brawijaya sudah sepenuhnya siap menggelar laga, termasuk kesiapan teknologi Video Assistant Referee (VAR). Pengamanan juga menjadi prioritas utama dengan disiagakannya 491 personel gabungan dari berbagai instansi hasil koordinasi dengan Polres Kediri Kota.

Mengenai suporter tim tamu, Widodo menjelaskan bahwa sebenarnya ada kelonggaran yang diberikan, namun karena kendala pemenuhan persyaratan administratif, pendukung Persijap akhirnya tetap tidak diperbolehkan hadir di stadion demi menjaga kondusivitas laga. (nhd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini