KEDIRI, (KUBUS.ID) – Sebagai wujud komitmen menjaga aset cagar budaya sekaligus ikon sejarah Kota Kediri, Pemerintah Kota Kediri bergerak cepat. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pemkot menggenjot perbaikan intensif di Jembatan Lama Bandar.
Jembatan yang telah berdiri ratusan tahun itu kini mendapat perhatian khusus. Tujuannya untuk memastikan konstruksi tetap kokoh tanpa mengurangi keaslian bangunan bersejarah tersebut. Langkah ini sekaligus menjadi bukti keseriusan pemkot dalam merawat warisan sejarah agar tetap lestari dan aman bagi masyarakat.
Perhatian difokuskan pada bagian vital yaitu gelagar di bawah badan jembatan. Dari hasil pengecekan, sejumlah kayu ditemukan mulai keropos. Jika dibiarkan, kerusakan bisa merembet dan mengancam kekuatan struktur.
Perbaikannya pun tak sembarangan. Lapisan aspal dibongkar lebih dulu untuk menjangkau rangka kayu. Bagian yang lapuk diganti kayu baru berkualitas. Setelah gelagar terpasang kokoh, permukaan kembali ditutup rapi agar jembatan aman dilintasi.
Sunarto, Ahli Muda Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kota Kediri, menegaskan bahwa langkah ini bagian dari pemeliharaan rutin.
”Perbaikan ini kami lakukan secara berkala. Jika ke depannya ditemukan kerusakan lagi pasca perbaikan ini, maka kami akan segera melakukan evaluasi untuk perbaikan secara menyeluruh,” ujarnya.
Tak hanya gelagar, perbaikan juga menyasar trotoar dan dekplang—penyangga badan jembatan. Menariknya, seluruh material tetap menggunakan kayu, bukan beton atau besi. Pemkot konsisten mematuhi regulasi pelestarian cagar budaya: bentuk dan material asli tak boleh diubah demi menjaga nilai historisnya.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, turut meninjau langsung proses pengerjaan. Mbak Wali—sapaan akrabnya—menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam merawat ikon kota.
”Peninggalan sejarah yang merupakan ikon Kota Kediri ini harus kita jaga bersama. Dengan perbaikan berkala, kita berharap Jembatan Lama Bandar terhindar dari kerusakan yang lebih parah,” kata Vinanda.
Ia juga mengingatkan pengguna jalan agar tidak membuang puntung rokok di area jembatan. Material kayu yang mendominasi struktur sangat rentan terhadap api. Warga juga diminta tidak membuang sampah sembarangan demi menjaga kebersihan dan estetika kawasan.(atc/adr)
































