Beranda Kediri Raya Satu Tahun Periode Kedua Mas Dhito: Akselerasi 17 Program Prioritas di Tengah...

Satu Tahun Periode Kedua Mas Dhito: Akselerasi 17 Program Prioritas di Tengah Tantangan Fiskal

126

KEDIRI (KUBUS.ID) – Memasuki tahun pertama periode kedua kepemimpinannya, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) menunjukkan komitmen merealisasikan janji politiknya. Meski dihadapkan pada keterbatasan ruang fiskal akibat kebijakan efisiensi pemerintah pusat, sebagian besar dari 17 Program Prioritas yang diusung telah berhasil dijalankan dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Di sektor pertanian, program “Pupuk Tersedia, Petani Bahagia” direalisasikan melalui penambahan alokasi pupuk bersubsidi pada 2025. Sementara di bidang kesehatan, Kabupaten Kediri mencatatprestasi gemilang dengan capaian Universal Health Coverage (UHC) sebesar 98,72 persen. Selain jaminan pembiayaan kesehatan, pemerintah daerah juga memperluas infrastruktur layanan dengan menambah enam Puskesmas Rawat Inap pada akhir 2025, sehingga per Februari 2026 total berjumlah 13 unit. Untuk pembangunan rumah sakit kawasan aerotropolis, Pemkab Kediri menempuh skema kerja sama dengan tiga rumah sakit swasta guna mengatasi keterbatasan APBD.

Perhatian terhadap sektor pendidikan juga diperkuat melalui pemberian insentif (bisyaroh) bagi tenaga pendidik dan guru agama. Pada 2025, penerima manfaat tercatat sebanyak 9.500 orang dan ditargetkan meningkat menjadi 12.000 penerima pada 2026. Selain itu, Beasiswa Kediri Berbudaya dialokasikan sebesar Rp30 miliar per tahun untuk menjamin keberlanjutan pendidikan generasi muda.

Revitalisasi pasar tradisional tetap menjadi ikon pembangunan Mas Dhito. Setelah rampungnya revitalisasi Pasar Wates, Pemkab Kediri kini mengalihkan fokus pada pembenahan Pasar Ngadiluwih. Terkait janji penciptaan 30 ribu lapangan kerja baru, Pemkab Kediri mencatat telah tercipta lebih dari 6.000 lapangan kerja pada 2025 dan akan terus diakselerasi hingga akhir masa jabatan.

Layanan publik juga semakin didekatkan kepada masyarakat melalui program Halo Masbup 2.0 dan Gercep Sahaja, khususnya untuk layanan administrasi kependudukan. Dukungan terhadap pemerintahan desa diperkuat melalui peningkatan Alokasi Dana Desa (ADD), penyaluran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk desa sejahtera, serta peningkatan insentif bagi RT/RW, kader posyandu, dan kader KB.

Di sektor pariwisata, pembukaan kembali Wisata Ubalan pada akhir 2025 menjadi daya tarik baru. Pada 2026, fokus pengembangan dialihkan pada peningkatan akses wisata Gunung Kelud.

“Kelud ini tahun 2026 saya ingin menyelesaikan akses jalan sampai ke kawah, kemudian yang kedua terkait faktor keamanannya (safety),” ujar Mas Dhito.

Menanggapi keluhan masyarakat terkait kondisi jalan desa, Mas Dhito telah menyiapkan skema Bantuan Keuangan Khusus agar pengerjaan dapat dilakukan langsung oleh desa. Meski ruang fiskal masih terbatas, Pemkab Kediri terus mencari solusi agar perbaikan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas dalam perencanaan anggaran ke depan.(atc/stm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini