KUBUS.ID – Ramadan menghadirkan banyak momen sosial: buka bersama, kirim hampers, belanja persiapan Lebaran. Di tengah semua itu, muncul tekanan halus untuk ikut serta. Takut dianggap tidak solid jika absen. Takut dinilai kurang perhatian jika tidak mengirim bingkisan.
Financial FOMO membuat pengeluaran dipicu rasa takut tertinggal, bukan kebutuhan. Kita membandingkan diri dengan orang lain dan merasa harus menyamai.
Gejala financial FOMO antara lain:
- Mengikuti semua undangan bukber meski keuangan terbatas
- Membeli hampers mahal demi menjaga citra
- Menggunakan paylater atau utang demi terlihat “ikut tren”
- Merasa bersalah jika tidak berpartisipasi
Padahal Ramadan mengajarkan kesederhanaan. Kebersamaan tidak diukur dari tempat makan mewah atau kemasan eksklusif. Ketulusan jauh lebih bermakna daripada simbol sosial.
Mengelola keuangan di bulan suci adalah bagian dari pengendalian diri. Berani berkata “cukup” adalah bentuk kedewasaan, bukan kekurangan.






























