KUBUS.ID – Ramadan identik dengan makanan. Dari takjil berwarna-warni hingga menu buka puasa melimpah. Ironisnya, bulan pengendalian diri justru sering menjadi bulan peningkatan konsumsi.
Padahal puasa mengajarkan kesadaran. Saat lapar, kita belajar memahami rasa cukup. Namun ketika azan Magrib berkumandang, sering kali kesadaran itu hilang dalam euforia.
Pola konsumsi tidak sadar biasanya ditandai dengan:
- Membeli makanan berlebihan saat lapar.
- Makan terlalu cepat dan berlebihan saat berbuka.
- Terjebak promo dan diskon Ramadan.
- Membuang makanan karena tidak habis.
Membangun pola konsumsi sadar berarti:
- Membeli secukupnya sesuai kebutuhan.
- Mengawali berbuka dengan porsi kecil.
- Mengunyah perlahan dan menikmati rasa.
- Merencanakan menu mingguan agar tidak impulsif.
Kesadaran konsumsi bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga finansial dan lingkungan. Ramadan bisa menjadi latihan hidup minimalis yang lebih berkelanjutan.






























