
KEDIRI, (KUBUS.ID) – Suasana berburu takjil di Kota Kediri tahun ini hadir dengan wajah baru. Untuk menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas selama bulan suci Ramadhan, Pemerintah Kota Kediri melalui sinergi Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), serta Satpol PP merelokasi pedagang takjil dadakan dari kawasan Jalan Hayam Wuruk.
Langkah ini diambil sebagai solusi atas kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi di jalur protokol tersebut setiap Ramadhan. Sebagai alternatif, pemerintah telah menyiapkan beberapa lokasi bagi para pedagang, di antaranya kawasan GOR Jayabaya, Pasar Bandar, serta sepanjang Jalan Jaksa Agung Suprapto.
Meski telah disediakan beberapa titik, pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme masyarakat justru terpusat di kawasan Jalan Jaksa Agung Suprapto. Tingginya jumlah pembeli dan kendaraan di lokasi tersebut memicu kemacetan baru yang cukup signifikan.
Menanggapi kondisi ini, Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Arief Cholisudin, menyatakan pihaknya akan terus melakukan evaluasi demi kenyamanan masyarakat.
“Berkaca dari evaluasi tahun ini, antusiasme masyarakat memang terpusat di Jalan Jaksa Agung Suprapto. Sebagai wacana untuk Ramadhan tahun depan, kami mempertimbangkan pengalihan arus kendaraan, baik mobil maupun motor,” ujar Arief.
Rencananya, pada jam-jam tertentu Jalan Jaksa Agung Suprapto akan ditutup sementara dari lalu lintas kendaraan, dengan konsep serupa Car Free Day (CFD). Dengan skema ini, masyarakat diharapkan dapat berburu takjil dengan lebih aman dan nyaman tanpa terganggu arus kendaraan.
Pihak kepolisian turut memberikan perhatian terhadap rencana tersebut. Kasat Lantas Polres Kediri Kota, AKP Tutud Yudho Prastyawan, S.H., menekankan pentingnya pemilihan lokasi yang tidak mengganggu jalur protokol utama maupun jalur distribusi logistik.
“Kami menyarankan agar pedagang takjil ditempatkan di area atau gang yang bukan jalur protokol utama. Namun, jika memang disepakati Jalan Jaksa Agung Suprapto dijadikan zona car free day takjil, maka penyediaan kantong parkir yang memadai menjadi syarat mutlak,” tegas AKP Tutud.
Relokasi dan penataan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Kediri untuk memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu ketertiban kota. Pedagang tetap memiliki ruang legal untuk berjualan, kemacetan di pusat kota dapat ditekan, dan masyarakat dapat menikmati suasana berburu takjil dengan lebih aman.
Dengan evaluasi yang terus dilakukan, diharapkan tradisi berburu takjil di Kota Kediri ke depan semakin tertib, nyaman, dan membawa berkah bagi seluruh masyarakat.(atc/adr)






























