Beranda Kediri Raya Produksi Padi di Tulungagung Merangkak Naik, Penyerapan Pupuk Subsidi Capai 30 Persen

Produksi Padi di Tulungagung Merangkak Naik, Penyerapan Pupuk Subsidi Capai 30 Persen

0
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Suyanto (Foto: Redaksi)

TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Tulungagung mencatat adanya peningkatan volume produksi yang signifikan dalam dua bulan pertama tahun ini. Hal ini seiring dengan upaya penyerapan pupuk bersubsidi yang mencapai 30 persen di medio bulan ini.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Suyanto menjelaskan bahwa produktivitas lahan sawah di Tulungagung masih berada pada jalur yang positif.

Berdasarkan data yang dihimpun per Februari 2026, total produksi padi di Tulungagung telah mencapai angka belasan ribu ton dan diprediksi akan melonjak dua kali lipat pada akhir Maret ini.

“Untuk produksi padi per bulan Februari 2026 untuk Kabupaten Tulungagung sebesar 15.044 ton,” ujar pria yang karib disapa Yanto ini.

Kondisi ini diperkirakan akan terus menguat mengingat memasuki bulan Maret, beberapa wilayah mulai memasuki masa panen raya. Yanto memproyeksikan angka produksi untuk bulan Maret bakal menyentuh angka 30.025 ton.

“Alhamdulillah kalau melihat nilai dari sekian tadi, produksi itu insya Allah ya positif. Insya Allah untuk produksi padi kita di Tulungagung naik produksinya,” katanya.

Kenaikan produksi ini juga didukung dengan kondisi tanaman yang relatif sehat. Hingga pertengahan Maret, Dispertan mengeklaim belum menerima laporan mengenai adanya lahan yang mengalami puso atau kerusakan fatal akibat faktor alam maupun organisme pengganggu tumbuhan.

“Selama ini masih belum ada laporan (puso) dari teman-teman penyuluh ataupun mantri tani di Tulungagung,” tegasnya.

Di sisi lain, penyerapan pupuk bersubsidi juga coba terus digenjot. Hingga data terakhir per 15 Maret 2026, penyaluran pupuk kepada petani masih terus berproses. Untuk jenis Urea, dari total alokasi tahunan sebanyak 24.554 ton, saat ini telah terealisasi sebesar 7.448 ton atau sekitar 30 persen.

Sedangkan untuk pupuk jenis NPK, realisasinya telah menyentuh angka 6.036 ton atau 26 persen dari total alokasi sebesar 22.736 ton. Sebagian besar serapan pupuk tersebut didominasi oleh para petani padi yang memang sedang dalam masa pemeliharaan tanaman.

Terkait mekanisme penebusan, Yanto memastikan bahwa aturan di kios pupuk masih sama dengan tahun sebelumnya. Petani wajib mengikuti prosedur administratif yang telah ditetapkan pemerintah pusat guna memastikan subsidi tepat sasaran.

“Ya, tetap berlaku foto dulu, pengambilan di mana, ada KTP yang bersangkutan yang menerima, tetap (seperti itu mekanismenya),” bebernya.

Sejauh ini, pihak dinas mengeklaim tidak menemui hambatan teknis yang berarti dalam penyaluran input pertanian tersebut. Semua proses pendistribusian dikawal agar tetap mengacu pada regulasi yang berlaku.

“Saya kira tidak (ada kendala). Karena kita mekanismenya sesuai dengan aturan yang ada,” tandasnya. (dit/adr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini