KUBUS.ID – Amerika Serikat (AS) dan Iran telah menyepakati gencatan senjata selama dua minggu.
Kesepakatan ini tercapai hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu yang diberikan Presiden AS, Donald Trump, kepada Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi serangan besar terhadap infrastruktur sipilnya.
Pengumuman Trump di media sosial menandai perubahan sikap yang cukup drastis. Sebab, pada hari yang sama sebelumnya, ia sempat mengeluarkan peringatan keras bahwa “seluruh peradaban akan mati malam ini” jika tuntutannya tidak dipenuhi.
Di sisi lain, Iran menyatakan pembicaraan antara kedua negara akan dimulai pada Jumat (10/4/2026) di Islamabad, Pakistan, dikutip dari Kompas. Televisi pemerintah Iran juga mengeklaim Trump telah menerima persyaratan dari Teheran untuk mengakhiri konflik, bahkan menyebutnya sebagai “kemunduran yang memalukan” bagi presiden AS.
Trump mengatakan kesepakatan yang tercapai di menit-menit terakhir itu bergantung pada komitmen Iran untuk menghentikan blokade pasokan minyak dan gas melalui Selat Hormuz, jalur vital yang biasanya dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak global.
“Ini akan menjadi gencatan senjata dua sisi!” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.
“Alasannya adalah karena kita telah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer, dan sudah sangat jauh dalam mencapai kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah,” tambahnya.
Ia juga menyebut Iran telah mengajukan proposal 10 poin yang dinilai sebagai “dasar yang layak” untuk negosiasi. Trump pun berharap kesepakatan tersebut dapat “diselesaikan dan dituntaskan” dalam periode dua minggu.
Tak lama setelah pengumuman itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi juga menyatakan bahwa Teheran telah menyetujui gencatan senjata.
Ia menegaskan Iran akan menghentikan serangan balasan sekaligus menyediakan jalur aman melalui Selat Hormuz.
“Selama dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran,” tulisnya, dikutip dari The Guardian, Rabu.
Sementara itu, dua pejabat Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Israel juga menyetujui gencatan senjata selama dua minggu dan akan menangguhkan kampanye pengeboman terhadap Iran.
Diketahui, menjelang tenggat waktu Trump pada pukul 20.00 EDT, serangan AS dan Israel terhadap Iran sempat meningkat, dengan target jembatan kereta api dan jalan raya, bandara, hingga pabrik petrokimia. Pasukan AS juga dilaporkan menyerang target di Pulau Kharg, lokasi terminal ekspor minyak utama Iran. Adapun, perang yang kini memasuki minggu keenam telah menewaskan lebih dari 5.000 orang di hampir selusin negara, termasuk lebih dari 1.600 warga sipil di Iran.(hil)
































