Beranda Jawa Timur BKPSDM Tulungagung Catat Puluhan ASN Ajukan Cuti Haji, Dinkes Pantau Jemaah Risiko...

BKPSDM Tulungagung Catat Puluhan ASN Ajukan Cuti Haji, Dinkes Pantau Jemaah Risiko Tinggi

1
Dok. Redaksi / Soeroto, Kepala BKPSDM Kab. Tulungagung

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Tulungagung mulai mengajukan izin cuti untuk menunaikan ibadah haji tahun 1445 Hijriah. Hingga awal Mei 2024, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) mencatat puluhan pegawai telah memproses administrasi cuti.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tulungagung, Soeroto menyatakan bahwa hingga Selasa, 5 Mei kemarin, ada sebanyak 33 ASN yang telah mengajukan cuti haji.

Namun, jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring mendekatnya jadwal keberangkatan jemaah calon haji asal Tulungagung.

“Sampai sekarang untuk cuti haji sementara ini masih ada 33 orang. Kemungkinan karena izin cutinya biasanya mendekati hari keberangkatan, nanti bisa bertambah,” kata Soeroto saat memberikan keterangan.

Para ASN yang mengajukan cuti ini didominasi oleh tenaga pendidik atau guru serta tenaga kesehatan. Mengenai durasi cuti, Soeroto menjelaskan bahwa izin diberikan sesuai dengan kebutuhan lama pelaksanaan haji reguler yang berlaku di tanah suci.

“Sesuai kebutuhan. Artinya selama haji reguler mereka itu rata-rata 45 hari sampai 50 hari. Itu sesuai dengan jadwal haji,” ucapnya.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah ASN yang berangkat haji kali ini cenderung masih berada di bawah angka tahun lalu yang mencapai hampir 50 orang.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung terus memfokuskan perhatian pada kesiapan fisik para jemaah calon haji. Pengawasan ketat dilakukan untuk memastikan kriteria istitoah atau kemampuan kesehatan jemaah tetap terjaga hingga hari pemberangkatan pada 17 dan 18 Mei mendatang.

Kabid P2P Dinkes Kabupaten Tulungagung, dr. Aris Setiawan mengungkapkan bahwa pemantauan kesehatan dilakukan secara berkelanjutan untuk mencegah terjadinya penurunan kondisi fisik jemaah saat keberangkatan.

“Sampai saat ini kita terus memantau kondisi kesehatan jemaah. Di mana pemeriksaan kesehatan haji saat ini hanya di tahapan satu, semuanya kita masih terus pantau untuk istitha’ahnya,” terangnya.

Berdasarkan data kesehatan, jemaah calon haji asal Tulungagung tahun ini cukup banyak yang masuk dalam kategori risiko tinggi (risti) dan lansia. Tercatat ada sekitar 32 persen jemaah kategori risti dan 44 persen merupakan jemaah lansia dari total keseluruhan.

Penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes melitus, hingga asma menjadi temuan medis yang mendominasi kondisi kesehatan jemaah tahun ini.

“Masih kompleks ya. Dalam artian penyakit kronis yang umum terjadi seperti hipertensi, diabetes, asma, itu juga masih ada beberapa kategori pengawasan dari teman-teman kesehatan,” bebernya.

Untuk memaksimalkan pelayanan medis di tanah suci, Dinkes Tulungagung juga memastikan pendampingan dilakukan oleh tenaga medis lokal. Para dokter dan perawat dari Tulungagung disiagakan untuk mengawal jemaah yang tergabung dalam kloter 102, 103, dan 104.

“Alhamdulillah dari kloter 102, 103, 104, dokter dan perawat pendampingnya semuanya dari tenaga kesehatan Kabupaten Tulungagung sendiri,” tandasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Kemenhaj Tulungagung, total ada sekitar 1.167 jemaah calon haji (JCH) asal Tulungagung yang terbagi ke dalam beberapa kloter, yakni kloter 102, 103, 104, dan sebagian masuk dalam kloter 105. (dit)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini