Beranda Nasional Kemensos Beri Lampu Hijau, Sekolah Rakyat Permanen di Tulungagung Mulai Dibangun Oktober

Kemensos Beri Lampu Hijau, Sekolah Rakyat Permanen di Tulungagung Mulai Dibangun Oktober

5
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tulungagung, Reni Prasetiawati Ika Septiwulan merespon wacana pembangunan Sekolah Rakyat. (Foto. Redaksi)

TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) – Pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) secara penuh di Tulungagung tampaknya bisa mulai direalisasikan di Oktober mendatang. Sinyal ini muncul setelah Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tulungagung mendapat lampu hijau dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk membangun permanen.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tulungagung, Reni Prasetiawati Ika Septiwulan menjelaskan bahwa pihaknya menerima respons tertulis dari Kemensks terkait rencana tersebut.

Namun, terdapat sejumlah persyaratan administratif dan teknis yang harus segera dipenuhi oleh pemerintah daerah sebelum proses pembangunan fisik dimulai.

“Isitilahnya kita baru dapat balasan surat dari (Kemensos). Ada beberapa syarat yang harus kita cukupi dulu terkait dengan perizinan,” kata Reni.

Selain masalah perizinan, pengembangan kawasan tersebut memerlukan pembangunan infrastruktur penunjang berupa jembatan. Jembatan ini nantinya berfungsi sebagai akses masuk utama menuju lokasi Sekolah Rakyat yang baru.

Reni menyebut bahwa pengerjaan jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya perluasan lahan yang telah disetujui.

“Terus kemudian jembatan yang harus dibangun untuk akses masuk, itu untuk perluasannya itu,” jelasnya.

Rencana pembangunan ini juga mengalami perubahan skema. Awalnya, Sekolah Rakyat di Tulungagung akan dijalankan sebagai rintisan dengan menempati gedung Rusunawa di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru untuk sementara waktu.

Namun, saat ini rencana tersebut dialihkan menjadi pembangunan gedung permanen secara penuh yang berlokasi tepat di sisi timur Rusunawa Ringinpitu.

Pemerintah daerah kini tengah menyiapkan langkah koordinasi untuk membahas detail pengurukan lahan di lokasi seluas 5,7 hektare tersebut.

Koordinasi ini dilakukan guna memastikan kesiapan lahan sebelum memasuki tahapan konstruksi pada akhir tahun nanti.

“Nanti rencananya beberapa waktu ini kita akan koordinasi, akan konsolidasi dengan kementerian,” terangnya.

Mengenai jadwal pelaksanaan, Reni menargetkan pengerjaan fisik gedung permanen dapat dimulai pada bulan Oktober. Dengan adanya kepastian pembangunan gedung baru ini, maka skema sekolah rintisan yang sebelumnya direncanakan otomatis ditiadakan.

“Nanti paling dekatnya ya Oktober baru bisa dibangun permanen ya. Kalau yang rintisan itu kan sudah ndak ada, mudah-mudahan segera terwujud,” sebutnya.

Terkait besaran anggaran untuk pembangunan jembatan dan pengurukan lahan, Dinsos akan bersinergi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Tim teknis dijadwalkan segera menggelar pertemuan internal untuk menindaklanjuti poin-poin yang diminta oleh Kementerian Sosial dalam surat balasan tersebut.

“Rencana nanti minggu ini menindaklanjuti dari surat balasan dari Kemensos itu kita akan rapat timnya,” tandasnya. (dit)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini