Beranda Nasional Pernyataan Prabowo Tuai Kontroversi, Begini Kata Pakar Komunikasi

Pernyataan Prabowo Tuai Kontroversi, Begini Kata Pakar Komunikasi

871
Presiden RI Prabowo Subianto / Dok. Kompas.com

KEDIRI, KUBUS.ID – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal “orang desa tidak pakai dollar” memantik polemik di ruang publik. Kalimat yang disampaikan di tengah melemahnya rupiah terhadap Dollar Amerika dinilai bukan sekadar candaan politik, melainkan pesan simbolik yang dapat memengaruhi persepsi masyarakat dan investor.

Dosen Komunikasi UIN SATU Tulungagung, Dimas Prokoso menilai bahwa ucapan kepala negara dalam forum terbuka memiliki dampak psikologis dan komunikasi yang besar.

“Pemaknaan ‘orang desa tidak pakai dollar’ memiliki penafsiran yang beragam. Sebagai kepala negara, pernyataan seperti ini sebaiknya lebih bijak disampaikan agar tidak menimbulkan bias terhadap persepsi publik,” ujarnya.

Menurut Dimas, ketika Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan sedang berupaya menjaga stabilitas rupiah, pemerintah semestinya membangun optimisme publik, bukan justru memunculkan kesan meremehkan persoalan.

“Memang pelemahan rupiah tidak terlalu berdampak langsung pada masyarakat suburban. Tetapi terhadap perdagangan, ekspor, dan iklim investasi, dampaknya sangat nyata. Investor membaca stabilitas bukan hanya dari angka ekonomi, tetapi juga dari komunikasi politik pemerintah,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa narasi pejabat publik rentan dipelintir dan dapat memunculkan kesan mengkerdilkan masyarakat pedesaan bila tidak disampaikan dengan hati-hati.

“Hegemoni kekuasaan semestinya dijaga dengan kearifan dan semangat positif ketika menghadapi persoalan kenegaraan,” tegas Dimas.

Di tengah tekanan ekonomi global, publik membutuhkan rasa percaya bahwa negara hadir dengan solusi dan ketenangan. Sebab dalam politik modern, ucapan pemimpin bukan hanya pernyataan tetapi sinyal yang menentukan arah kepercayaan publik.(eko)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini