KEDIRI, (KUBUS.ID) – Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri memastikan hingga saat ini wilayah Kabupaten Kediri masih aman dan tidak ditemukan kasus Virus Hanta maupun Leptospirosis. Meski demikian, pengawasan kesehatan serta sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan secara intensif sebagai langkah pencegahan dini terhadap penyakit zoonosis yang berkaitan dengan hewan pengerat, khususnya tikus.
Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan rutin setiap minggu dengan memanfaatkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) yang dijalankan seluruh puskesmas di wilayah Kabupaten Kediri. Sistem ini menjadi bagian penting dalam mendeteksi lebih awal potensi penyakit menular agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Bambang Triono Putro menegaskan, hingga kini tidak ada temuan kasus Virus Hanta maupun Leptospirosis di Kabupaten Kediri.
“Sampai saat ini Kabupaten Kediri dipastikan tidak ada kasus Virus Hanta maupun Leptospirosis. Namun demikian, kami tetap melakukan pengawasan dan sosialisasi secara berkelanjutan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat,” ujar dr. Bambang.
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat menjadi langkah strategis dalam meminimalisir risiko penyebaran penyakit yang ditularkan melalui tikus. Dinas Kesehatan juga terus mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan rumah, sanitasi, serta menghindari area yang berpotensi menjadi sarang hewan pengerat.
“Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci utama pencegahan. Dengan pola hidup sehat dan lingkungan yang bersih, potensi penyebaran penyakit akibat tikus dapat ditekan,” tambahnya.
Melalui pengawasan aktif dan sosialisasi yang terus digencarkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri berharap masyarakat semakin memahami pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat demi menjaga kondisi wilayah tetap aman dari ancaman penyakit zoonosis.(atc)































