KUBUS.ID – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali dipastikan akan membongkar total Jembatan Gondang 1 Tulungagung untuk dilakukan penggantian struktur baru. Langkah ini diambil menyusul temuan korosi pada pilar jembatan yang dinilai membahayakan jika tidak segera ditangani. Proyek infrastruktur nasional tersebut ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir tahun ini.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 Provinsi Jatim BBPJN Jatim-Bali, Mahatma menjelaskan bahwa kondisi jembatan memang sudah saatnya diganti secara menyeluruh. Berdasarkan hasil survei tim perencana, ditemukan kerusakan struktural yang cukup krusial pada bagian penyangga utama jembatan tersebut. Pembongkaran total menjadi opsi terbaik karena upaya perbaikan sementara dinilai sudah tidak lagi optimal untuk menjamin keselamatan pengguna jalan.
“Di abutment dan di pilarnya itu sudah terjadi korosi gitu. Terus kedua, sudah ada terjadi perkuatan di lantai jembatannya. Itu, jadi perlu penanganan yang lebih lanjut, yaitu penggantian,” kata Mahatma.
Mahatma menambahkan bahwa sebelum diputuskan untuk dibongkar, Jembatan Gondang 1 sebenarnya sempat mendapatkan penanganan darurat berupa perkuatan lantai beberapa tahun lalu.
Namun, karena karat yang menyerang pilar utama terus mengikis kekuatan beton, pihak kementerian tidak ingin mengambil risiko dengan mempertahankan bangunan lama yang terus mengalami penurunan kualitas.
“Karena di abutment-nya sama pilarnya itu kan sudah ada korosinya,” terangnya.
Mengenai detail pengerjaan fisik di lapangan, BBPJN Jatim-Bali merencanakan perubahan teknologi jembatan agar struktur bangunan menjadi jauh lebih kokoh dibandingkan sebelumnya. Konstruksi jembatan yang semula menggunakan material Wide Flange (WF) nantinya akan diubah total dengan mengadopsi sistem beton pracetak atau girder seperti jembatan modern pada umumnya.
“Tetap, tapi konstruksinya beda. Pakai girder nanti tengahnya, kayak jembatan-jembatan penyeberangan biasa,” jelasnya.
Terkait pelaksanaan kontrak proyek, masa kerja pengerjaan rekonstruksi ini dijadwalkan berlangsung selama 240 hari kalender dengan target penyelesaian yang diupayakan maju lebih cepat dari jadwal semula. Lamanya jeda waktu antara penandatanganan kontrak dan penutupan jalur disebabkan oleh adanya persiapan material serta koordinasi jalur pengalihan arus lalu lintas bersama instansi terkait.
“Secara kontrak itu 11 Desember, nanti kita mudah-mudahan bisa dipercepat lah, November selesai,” ucapnya.
Untuk merealisasikan penggantian total Jembatan Gondang 1 tersebut, pemerintah pusat mengucurkan dana miliaran rupiah yang bersumber langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Mahatma menyebut alokasi ini sudah disesuaikan dengan tingkat kerumitan rekonstruksi struktur pilar bawah air dan bentang jembatan baru agar memiliki masa pakai yang jauh lebih panjang.
“Kalau ini anggaran Rp 9,2 miliar,” sebut Mahatma.
Di sisi lain, disinggung mengenai kondisi infrastruktur penghubung lain di Tulungagung seperti Jembatan Lembu Peteng yang memiliki volume kendaraan sangat padat, Mahatma menegaskan struktur jembatan tersebut hingga saat ini masih terpantau kokoh dan dalam batas aman berdasarkan hasil penilaian kemantapan berkala.
“Masih aman itu, masih aman insyaallah. Kan bentangnya juga kecil ya,” tandasnya. (dit/stm)






























