Beranda Kediri Raya Angka Kecelakaan di Tulungagung Tembus 357 Kasus di Awal Tahun

Angka Kecelakaan di Tulungagung Tembus 357 Kasus di Awal Tahun

1

TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) – Satlantas Polres Tulungagung mencatat angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukumnya mencapai 357 kasus dalam periode 1 Januari hingga 20 April 2026. Tingginya angka tersebut menempatkan Tulungagung dalam jajaran lima besar daerah dengan tingkat kecelakaan tertinggi untuk kategori Polres Tipe A di Jawa Timur.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Gery Permana, mengungkapkan bahwa dari ratusan insiden tersebut, fatalitas korban tergolong cukup tinggi dengan puluhan korban jiwa. Selain kerugian nyawa, dampak ekonomi akibat kerusakan kendaraan dan fasilitas umum juga tercatat cukup besar.

“Untuk data laka periode 1 Januari hingga 20 April 2026, jumlah kejadian total 357, untuk korban meninggal dunia 29, luka berat 1, luka ringan 708, dengan kerugian material mencapai Rp 338 juta,” kata dia.

Berdasarkan evaluasi bulanan, rata-rata kecelakaan di Tulungagung berkisar antara 90 hingga 100 kasus. Ipda Gery menyebut tingginya mobilitas masyarakat serta kondisi infrastruktur jalan menjadi faktor yang memengaruhi statistik tersebut di lapangan.

“Untuk kategori Polres tipe A, Tulungagung menduduki lima besar di Jawa Timur. Jadi memang dari angka-angka cukup tinggi, tetapi perlu diingat bahwa mobilitas dan juga kondisi jalan di sini memang perlu diperhatikan,” jelasnya.

Terkait penyebab utama kecelakaan, kepolisian mengidentifikasi bahwa kelalaian pengendara atau human error masih menjadi pemicu dominan. Kurangnya konsentrasi saat berkendara mengakibatkan tabrakan yang melibatkan berbagai jenis kendaraan, namun sepeda motor tetap menjadi yang paling banyak terlibat.

“Laporan kecelakaan yang masuk ke kami kebanyakan adalah faktor dari manusianya, jadi memang salah satunya adalah kurang konsentrasi,” paparnya.

Secara spesifik, kendaraan roda dua mendominasi keterlibatan kecelakaan dengan total mencapai 565 unit motor. Adapun titik rawan kecelakaan atau blackspot pada triwulan pertama tahun ini terpetakan di wilayah Kecamatan Kedungwaru, tepatnya di Desa Rejoagung.

“Waktu kejadian yang paling banyak masih di jam 06.00 dan jam 09.00 pagi karena di situ terjadi banyak mobilitas dari masyarakat dan jam keberangkatan anak sekolah,” ujarnya.

Guna menekan angka kecelakaan di titik-titik rawan tersebut, Satlantas Polres Tulungagung mengintensifkan kehadiran personel di lapangan. Patroli rutin kini difokuskan pada jam-jam sibuk pagi hari untuk memastikan ketertiban lalu lintas dan mengurangi risiko insiden.

“Upaya-upaya dari Polantas terutama di titik tersebut adalah melaksanakan patroli pada jam-jam rawan untuk mengurangi potensi terjadinya kecelakaan,” tandasnya. (dit)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini