KEDIRI, (KUBUS.ID) — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri mencatat intensitas kejadian bencana alam yang cukup tinggi dalam dua hari terakhir. Terhitung sejak 28 hingga 29 Maret 2026, sebanyak 33 titik bencana berhasil ditangani yang tersebar di sejumlah wilayah Kota Kediri. Beragam kejadian yang ditangani meliputi pohon tumbang, tanah longsor, rumah rusak, bangunan roboh, hingga banjir. Kondisi ini dipicu oleh cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kota Kediri dalam masa peralihan musim.
Kepala BPBD Kota Kediri, Joko Ariyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama tim gabungan bergerak cepat melakukan penanganan di setiap lokasi terdampak. Respons sigap dilakukan guna meminimalisir dampak yang lebih luas serta memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga.
“Seluruh laporan yang masuk langsung kami tindak lanjuti dengan penanganan di lapangan. Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait agar penanganan berjalan efektif dan cepat,” ujarnya.
Seiring dengan meningkatnya potensi bencana akibat cuaca ekstrem, BPBD Kota Kediri juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana susulan. Adapun beberapa langkah antisipasi yang disampaikan kepada masyarakat antara lain:
Memantau informasi cuaca resmi dari media sosial BPBD secara berkala, Menghindari bepergian jika tidak mendesak, terutama saat hujan lebat atau angin kencang.
Mengamankan barang-barang di sekitar rumah yang berpotensi terbawa angin. Mewaspadai potensi banjir dan tanah longsor, khususnya bagi warga di daerah rawan. Tidak berteduh di bawah pohon atau baliho saat hujan disertai petir dan angin kencang.
Menyiapkan perlengkapan darurat seperti senter, obat-obatan, dan makanan secukupnya.
BPBD Kota Kediri menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko bencana. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan dampak dari cuaca ekstrem dapat ditekan semaksimal mungkin.
Pemerintah Kota Kediri terus mengimbau seluruh warga untuk tetap tenang namun waspada, serta tidak lengah terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.(atc)
































