Beranda Kediri Raya Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Matangkan Kajian Lima Hari Sekolah, Prioritaskan Kesiapan Satuan...

Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Matangkan Kajian Lima Hari Sekolah, Prioritaskan Kesiapan Satuan Pendidikan

2

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pendidikan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyusun kebijakan penerapan lima hari sekolah. Melalui berbagai forum diskusi dan kajian bersama para pemangku kepentingan, kebijakan tersebut dirancang dengan mempertimbangkan kesiapan masing-masing satuan pendidikan agar pelaksanaannya berjalan optimal dan tidak menimbulkan kendala di lapangan.

Sebagai instansi yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan di daerah, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan sekaligus memperhatikan kondisi riil sekolah, peserta didik, tenaga pendidik, maupun lingkungan masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mochamad Muhsin, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pembahasan dan diskusi yang telah dilakukan, penerapan lima hari sekolah belum akan diberlakukan secara menyeluruh pada seluruh lembaga pendidikan di Kabupaten Kediri, pada tahun ajaran baru Bulan Juli mendatang.

Menurutnya, skema yang saat ini mengemuka adalah memberikan kesempatan kepada sekolah-sekolah yang telah siap untuk menerapkan lima hari sekolah, sementara sekolah yang masih memerlukan penyesuaian dapat tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar selama enam hari dalam sepekan.

“Dari hasil diskusi yang telah kami lakukan, untuk sementara lima hari sekolah belum diterapkan secara serentak di semua sekolah. Kami masih perlu melakukan kajian-kajian lanjutan agar kebijakan yang nantinya diambil benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing lembaga pendidikan,” ujar Muhsin.

Lebih lanjut, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri menilai bahwa kesiapan sekolah menjadi faktor utama yang harus dipenuhi sebelum kebijakan tersebut diterapkan. Berbagai aspek yang menjadi perhatian meliputi kesiapan sarana dan prasarana, pengaturan jam belajar, kondisi geografis wilayah, hingga dukungan dari orang tua dan masyarakat.

Melalui pendekatan yang fleksibel ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri berupaya memberikan ruang bagi sekolah untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan yang direncanakan tanpa mengabaikan kualitas proses pembelajaran. Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan kebijakan pendidikan yang adaptif dan berpihak pada kebutuhan peserta didik.

Muhsin menegaskan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri akan terus membuka ruang dialog dan menyerap berbagai masukan sebelum mengambil keputusan final terkait implementasi lima hari sekolah.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan pendidikan yang diterapkan benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik, guru, dan seluruh ekosistem pendidikan. Karena itu proses kajian akan terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak,” tegasnya.

Dengan langkah tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri berharap kebijakan lima hari sekolah nantinya dapat diterapkan secara tepat sasaran, efektif, dan mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Kediri.(atc)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini