Beranda Kediri Raya DLH Kediri Ajak Warga Berkurban Ramah Lingkungan

DLH Kediri Ajak Warga Berkurban Ramah Lingkungan

6

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengintensifkan edukasi kepada masyarakat agar pelaksanaan pemotongan hewan kurban dilakukan secara tertib, higienis, dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia tentang imbauan menjaga kelestarian lingkungan dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban Idul Adha Tahun 2026.

Kepala DLH Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, menjelaskan bahwa kegiatan pemotongan hewan kurban yang rutin dilaksanakan setiap tahun menghasilkan berbagai limbah organik seperti darah, isi rumen, kotoran, lemak, dan sisa hasil pemotongan lainnya. Apabila tidak dikelola dengan baik, limbah tersebut berpotensi mencemari lingkungan, terutama sumber air permukaan.

“Pelaksanaan kurban merupakan ibadah yang sangat mulia. Namun demikian, pengelolaan limbah hasil pemotongan juga harus menjadi perhatian bersama agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat,” ujar Putut.

Menurutnya, masih ditemukan praktik pembuangan limbah pemotongan hewan secara langsung ke sungai, saluran drainase, maupun badan air lainnya. Kondisi tersebut dapat menurunkan kualitas air, menimbulkan bau tidak sedap, meningkatkan kandungan bahan organik dan bakteri patogen, serta mengganggu keseimbangan ekosistem.

Karena itu, DLH Kabupaten Kediri mengajak seluruh panitia kurban, pengurus masjid, mushala, serta masyarakat untuk menerapkan pengelolaan limbah yang baik selama pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada Rabu, 27 Mei 2026.

“Diperlukan kerja sama antara pemerintah daerah dan masyarakat agar pelaksanaan pemotongan hewan kurban berlangsung tertib, higienis, dan ramah lingkungan. Limbah yang dihasilkan harus dikelola dengan baik sehingga tidak mencemari badan air maupun lingkungan sekitar,” tambahnya.

Selain pengelolaan limbah, DLH juga mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dalam distribusi daging kurban. Masyarakat dianjurkan memanfaatkan wadah yang lebih ramah lingkungan seperti besek bambu, daun, atau kemasan yang dapat digunakan kembali.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan kantong plastik saat pembagian daging kurban. Alternatif seperti besek atau daun jauh lebih ramah lingkungan dan dapat mengurangi timbulan sampah plastik,” jelas Putut.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, DLH Kabupaten Kediri mengingatkan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat pelaksanaan kurban, di antaranya tidak membuang limbah hasil pemotongan ke sungai, danau, saluran drainase maupun badan air lainnya, memastikan darah dan isi rumen dikelola dengan baik, serta menyediakan sarana penampungan limbah sementara di lokasi penyembelihan.

Melalui edukasi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, DLH Kabupaten Kediri berharap pelaksanaan Idul Adha tahun ini tidak hanya membawa keberkahan bagi sesama, tetapi juga menjadi momentum meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup.(atc)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini