Beranda Nasional Eks Menlu Dino Patti Djalal Kritik Pemerintah yang Disebut Tak Kirim Delegasi...

Eks Menlu Dino Patti Djalal Kritik Pemerintah yang Disebut Tak Kirim Delegasi Resmi ke Pemakaman Tokoh Iran

15
Eks Menteri Luar Negeri, Dino Patti Jalal, dalam acara CHATHAM HOUSE's annual conference. (Instagram Pribadi)

Jakarta (KUBUS.ID) – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal, mengkritik sikap Pemerintah Indonesia yang disebut tidak mengirim delegasi resmi dalam prosesi pemakaman seorang tokoh Iran. Kritik tersebut disampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Dalam unggahannya, Dino mengaku heran karena, menurut informasi yang ia peroleh, undangan resmi dari pemerintah Iran kepada Indonesia tidak ditindaklanjuti.

“Saya sungguh heran kenapa Pemerintah Indonesia tidak memenuhi undangan Iran untuk mengirim delegasi resmi,” tulis Dino.

Menurut Dino, Indonesia hanya diwakili oleh Duta Besar RI di Teheran. Ia menilai hal itu dipandang kurang menghargai undangan tersebut, terlebih sejumlah negara lain seperti Arab Saudi, Qatar, Turki, Pakistan, Rusia, Tiongkok, India, Malaysia, dan Bangladesh mengirim delegasi resmi, bahkan Pakistan mengutus presidennya.

Dino kemudian mempertanyakan apakah keputusan tersebut mencerminkan perubahan dalam praktik politik luar negeri Indonesia.

“Apakah ini berarti politik luar negeri ‘bebas aktif’ kita mulai luntur karena Indonesia takut atau sungkan terhadap Amerika? Has ‘fear’ become a factor in Indonesian foreign policy?” tulisnya.

Selain itu, Dino juga menilai keputusan tersebut bisa saja dipengaruhi persoalan koordinasi di internal pemerintahan. Menurutnya, Indonesia setidaknya dapat mengirim pejabat setingkat wakil menteri sebagai bentuk penghormatan diplomatik.

Ia menegaskan hubungan Indonesia dan Iran selama ini berjalan baik tanpa konflik, sehingga kehadiran delegasi resmi dinilai dapat menjadi wujud implementasi politik luar negeri bebas aktif.

Menutup unggahannya, Dino mengingatkan agar Indonesia tetap konsisten menjalankan prinsip politik luar negeri yang selama ini dipegang.

“Jangan sampai kita selalu lantang bicara bebas aktif, tapi begitu diminta menentukan sikap dalam situasi yang sensitif, kita bersembunyi. Bebas aktif adalah diplomasi berprinsip, bukan diplomasi sungkan.”

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Indonesia maupun Kementerian Luar Negeri terkait kritik yang disampaikan Dino Patti Djalal tersebut.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi undangan Pemerintah Republik Islam Iran dalam rangkaian acara penghormatan terakhir untuk Ayatollah Ali Khamenei.

Juru bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang mengatakan Pemerintah RI akan diwakili oleh Duta Besar RI di Teheran, Rolliansyah Soemirat, untuk menghadiri undangan tersebut.

“Sehubungan dengan hal tersebut, Pemerintah RI telah menyampaikan bahwa Indonesia akan diwakili oleh Duta Besar RI di Tehran,” ujarnya melalui keterangan resmi Sabtu (4/7). (nhd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini